Ada seorang siswi SMA yang memiliki ayah bisu tuli. Kisah dibuka dengan isi hati si anak betapa di abenci terhadap ayahnya:
Aku ingin ayah yang lebih baik.
Seseorang yang tidak bisu tuli.
Seorang ayah seperti yang dimiliki anak-anak lainnya.
Seorang ayah yang bisa mendengar harapan-harapanku dan ketakutan-ketakutanku.
Seorang ayah yang bisa berbicara dan mengerti dirimu.

Si ayah setiap hari mengantar putri kesayangannya itu pergi ke sekolah.
Karena hal ini pula, si anak sering diejek oleh teman-temannya di
sekolah. Ada yang menempel kertas bertuliskan 'ayah bisu tuli' di
punggungnya adan pula yang menulis kalimat-kalimat ejekan di papan
tulis.
Suatu hari, si anak pulang malam karena kencan dengan pria yang sepertinya bukan pria baik-baik.
Ia pun dimarahi oleh ayahnya.
Esoknya, anak ini membolos sekolah dan tidak pulang ke rumah.
Di hari ulang tahun si anak, ayahnya menyiapkan kue ulang tahun dan sebuah surat.
Tiba-tiba terdengar suara orang terjatuh dari dalam kamar mandi.
Ternyata si anak mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadinya.
Saat dilarikan ke rumah sakit, si ayah berkata pada dokter dengan bahasa isyarat:

"Tolong jangan biarkan apapun terjadi pada anakku!"
"Aku punya uang, aku punya rumah. Ambil semuanya!"
"Anakku tidak boleh mati!"
Yang mengharukan adalah ketika sang ayah latihan membaca surat untuk si anak di hari ulang tahunnya, begini:
Aku terlahir bisu-tuli. Maafkan aku untuk itu.
Aku tidak bisa bicara seperti ayah pada umumnya.
Tapi aku ingin kamu tau bahwa aku mencintaimu dengan segenap hatiku.
Di akhir cerita, si ayah mendonorkan darah untuk anaknya dan si anak kembali sadar.
Semoga artikel ini menginspirasi kita semua ya. Bahwa memang tidak
ada keluarga yang sempurna, karena kita tidak bisa memilih dari keluarga
mana kita dilahirkan. Yang bisa kita lakukan adalah menerima keluarga
kita dan mencintai mereka.
Sumber: youtube