Seorang pria dewasa bergumul dengan keadaan dirinya dan ibunya. Dia bernama Rick, pria dewasa yang mempunyai pekerjaan mapan dan berencana pindah ke negara lain. Dalam perjalanan bersama ibunya, Rick mengingat kembali bagaimana kasih sayang yang diberikan oleh ibu. Hati Rick bergejolak mengingat itu semua.
“Ketika aku berusia 9 tahun, ibu mengantarku ke taman bermain. Seperti hari-hari sebelumnya, aku terjatuh dari jungkat jungkit dan menangis. Ibu menolongku berdiri dengan tanganmu dan berkata, ‘Tak apa sayang, ibu selalu ada ketika kamu terjatuh untuk mengangkatmu kembali.’
Ketika aku berusia 19 tahun, aku gagal dalam ujian dan menangis lagi. Ibu menasihatiku, kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda. Ibu juga mengajarkan untuk tak mudah menyerah dalam hidup. Tahun ini, usiaku 29 tahun.”

Ketika Rick terus mengingat semua hal dengan baik, ibunya berkata, “Rick, pakailah baju tebal di sana. Udaranya dingin.” Ibunya masih peduli dan mengkhawatirkan Rick tanpa memikirkan kondisi dirinya sendiri. Sepanjang perjalanan, tak banyak kata-kata keluar dari mereka berdua. Hingga ibunya berkata lagi, “Rick, pakailah baju tebal di sana. Udaranya dingin.”
Rick pun harus menjawab, “Bu, aku mengerti. Tadi ibu sudah bilang seperti itu.” Akhirnya mereka tiba di tempat yang dituju. Rick bergegas mengeluarkan koper ibunya. Mungkin tempat itu adalah tempat yang tidak diinginkan oleh semua orang lanjut usia. Rick mengantarkan ibunya ke panti jompo. Sebenarnya, Rick merasa berat melakukan hal ini. Namun, entah apa yang menjadi pertimbangan dirinya sehingga dia harus mengantar ibunya di panti jompo bukan mengajak ibunya pindah bersama dirinya.
“Bu,tolonglah jangan seperti ini,” ucap Rick kepada ibunya ketika dia melihat wajah ibu yang sedih. Mendengar itu, ibu Rick mengalihkan pandangan dan berusaha mengambil sesuatu dari tas hingga tasnya terjatuh. Pembicaraan mereka terhenti dengan sebuah panggilan telepon yang masuk ke handphone Rick. Emosi Rick begitu meluap ketika berbicara dengan seseorang di ujung telepon itu. “Ya, aku sudah sampai. Sepertinya ibu tidak keberatan dengan pengaturannya. Ini yang kamu inginkan? Iya, aku akan segera datan, aku tak akan terlambat. Berhentilah membuatku kesal!”  
Sementara itu, ibunya masih sibuk dengan sesuatu dalam tas miliknya. Ternyata sebuah sweater milik Rick yang ingin diberikan kepada Rick. “Kuperbaiki untukmu, hadiah ulang tahun favoritmu, sudah ibu jahit. Masih ingat? Pakailah, di sana akan dingin sekali,” pinta ibunya. Rick tak menyangka ibunya masih berusaha membahagiakan dirinya sampai membuat jari-jari tuanya terluka. Kasih ibu sepanjang masa, hanya itu kalimat yang dapat mewakili seorang ibu untuk anaknya. Apapun yang terjadi, anak-anaknya adalah sumber kebahagian ibu. Lalu bagaimana balas budi kita terhadap ibu? Apakah kita sudah berusaha membahagiakan ibu dengan segala upaya yang bisa kita lakukan?
Sumber : Vidsee