Operasi caesar merupakan operasi besar yang dapat meninggalkan rasa
sakit sesudahnya. Bahkan gerakan-gerakan kecil sekalipun, seperti
bergeser dari tempat tidur, tertawa, atau batuk, bisa membuat lukamu
terasa nyeri. Hal ini bisa berlangsung hingga enam bulan setelah
operasi.
Bersabarlah dan berikan tubuhmu waktu yang diperlukan untuk bisa
kembali pulih sambil melakukan langkah-langkah penyembuhan berikut.
1. Gerak-gerakkan Kaki dan Berjalan-jalan Ringan
Rasa sakit yang mendera pasca caesar mungkin menjadikanmu berpikir
tidak mampu lagi untuk berjalan. Namun, kuatkan fisikmu dan semangatlah
untuk berupaya menggerakkan kaki dan berjalan-jalan ringan. Ketika di
tempat tidur, coba sesekali menggerakkan pergelangan kakimu. Bidan atau
perawat biasanya akan membantu pasien untuk bangun dari tempat tidur dan
berjalan-jalan ringan di sekitar ruangan sesegera mungkin setelah bayi
lahir dalam kurun waktu 24 jam.
Makin cepat kamu bangun dan bergerak, maka makin baik pula untuk
kelancaran sirkulasi darah. Bila kamu tidak bergerak untuk memperlancar
peredaran darah, kemungkinan terbentuknya bekuan darah akan meningkat
dan bekuan darah tersebut bisa terhambat di kaki atau paru-paru,
sehingga bisa menjadi kondisi serius. Cobalah berjalan-jalan sambil
menggendong bayimu. Selain untuk mencegah sembelit dan membantu tubuhmu
pulih, kegiatan ini sekaligus awal yang bagus dalam memperkenalkan
bayimu kepada keadaan di sekitar dirinya. Selain dari itu, hindari
olahraga berat atau mengangkat beban dulu, ya.

2. Mengelola Emosi dengan Baik
Adalah hal yang wajar bila kamu mengalami perasaan yang tidak kamu
duga sebelumnya. Perasaanmu tergantung kepada harapanmu sebelum
melahirkan dan proses persalinan itu sendiri. Kamu mungkin senang dan
bersyukur bila kamu dan bayimu baik-baik saja, serta persalinanmu sesuai
dengan rencana. Kamu mungkin sempat merasa sebaliknya bahwa sebenarnya
kamu ingin melahirkan normal, tetapi yang terjadi adalah harus menjalani
caesar. Perasaan itu mungkin berkaitan dengan kecemasan terhadap
komplikasi medis, rasa nyeri, stres, kelelahan karena operasi besar, dan
status psikologis ibu.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa perempuan yang melahirkan secara
caesar merasa kurang puas dengan pengalaman melahirkan mereka. Selain
itu, mereka juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memulai
interaksi pertama dengan bayi. Bahkan ibu yang melahirkan secara caesar
cenderung tidak menyusui bayinya bila dibandingkan dengan ibu yang
melahirkan normal. Studi lain menyatakan bahwa sebagian wanita yang
melahirkan secara caesar mengalami perasaan kuat akan kemarahan,
kegagalan, dan kerugian.
Upayakanlah untuk mengelola emosimu dengan baik, misalnya dengan cara-cara berikut.
- Jangan sungkan untuk mengutarakan apa yang bisa membuatmu senang
dan nyaman kepada pasanganmu dan orang terdekatmu. Ini karena kondisi
psikologismu setelah operasi caesar bisa menjadi lebih baik bila kamu
mendapat perhatian terhadap kebutuhanmu secara spesifik dari orang-orang
terdekatmu.
- Bila kamu merasa sedih, kecewa, atau kelelahan, jangan
abaikan perasaan itu. Kamu dianjurkan untuk mendiskusikan emosi yang
dirasakan dengan pasangan, teman, dokter, atau psikolog.
- Segera
minta bantuan psikolog bila kamu mengalami depresi pasca melahirkanyang
ditandai oleh kemunculan perasaan negatif yang tidak kunjung pergi. Kamu
bisa merasakan kesedihan, putus asa, ingin terus menangis, atau
memiliki pikiran yang mengganggu. Pada kasus yang parah, seorang ibu
bisa berpikir untuk menyakiti bayinya.
3. Merawat Luka Bekas Sayatan Pembedahan
Setelah operasi, area di sekitar lukamu akan ditumbuhi kulit baru.
Namun, kulit baru ini mudah tergores sehingga kamu dianjurkan untuk
menghindari paparan sinar matahari mengenainya selama tiga bulan setelah
operasi. Selain itu, kamu juga bisa menerapkan cara merawat luka
pascaoperasi caesar dengan beberapa langkah seperti berikut.
- Hindari berhubungan seksual selama 4-6 minggu atau sesuai petunjuk dokter.
- Mengganti perban tiap hari.
- Pastikan tanganmu dan tangan orang yang merawatmu selalu bersih.
-
Bila perawat menempelkan plester pada lukamu, biarkan hingga plester
itu terlepas dengan sendirinya atau setidaknya tunggu hingga seminggu.
Namun bila belum juga terlepas setelah seminggu, kamu boleh melepasnya
perlahan-lahan.
- Cuci luka tiap hari menggunakan air hangat yang
dicampurkan sabun. Tidak masalah untuk mandi seperti biasanya. Yang
terpenting adalah membilas lukamu agar tidak menyisakan sabun. Untuk
mengeringkan, tepuk-tepuk lukamu menggunakan handuk bersih yang lembut.

-
Hindari produk pembersih dengan kandungan yang dapat memperlambat
proses penyembuhan, seperti senyawa hidrogen peroksida. Kamu dapat
memeriksa label kemasan.
- Tahan luka sayatanmu dengan bantal ketika
kamu batuk, menangis, atau menghirup napas dalam-dalam untuk menghindari
tekanan pada permukaan kulit yang terluka.
- Pakailah pembalut khusus untuk ibu yang baru melahirkan dan ganti sesering mungkin.
- Jangan menggunakan bedak atau losion pada luka.
-
Jangan menggosok atau menggaruk luka serta jangan berenang atau
berendam karena dapat memperlambat penyembuhan dan berisiko membuka
luka.
- Gunakan bantal pemanas atau heating pad untuk meringankan ketidaknyamanan di area sayatan.
4. Mencukupi Waktu Istirahatmu
Istirahatlah tiap kali bayimu beristirahat juga, termasuk di siang
hari. Sementara itu pada malam hari, upayakan untuk tidur selama 7-8 jam
bila memungkinkan. Tidur bermanfaat penting bagi tubuh untuk mendukung
pertumbuhan jaringan dalam membantu proses penyembuhan luka. Jangan lupa
untuk banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan kaya serat untuk
mencegah konstipasi.
Selain cukup tidur, kamu juga dianjurkan untuk tidak beraktivitas
yang menyebabkan tekanan pada perut meningkat, seperti naik dan turun
tangga berulang kali. Oleh karena itu, siapkan segala keperluanmu dan
bayimu seperti makanan, minuman, dan popok dekat denganmu agar mudah
dijangkau. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang-orang di sekitarmu
untuk menjaga bayimu atau menggantikan popok agar kamu bisa berbaring
istirahat selama beberapa menit. Walaupun sebentar, namun hal itu
bermanfaat dalam menjaga tubuhmu tetap fit.
5. Mengenali Apa Saja Tanda-tanda Bahaya
Infeksi luka merupakan hal yang bisa saja terjadi, walaupun dokter
telah memberimu antibiotik selama operasi. Bila kamu merasa tidak enak
badan selama seminggu atau bahkan lebih lama setelah operasi, maka kamu
mungkin mengalami infeksi dan disarankan untuk segera menghubungi
dokter. Berikut adalah beberapa tanda-tanda infeksi:
Demam
- Luka menjadi bengkak, kemerahan, dan terasa hangat
- Peningkatan rasa nyeri di area sayatan
- Terdapat nanah
- Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau selangkangan
- Perut terasa penuh atau keras
- Buang air kecil terasa nyeri, perih, atau bahkan sulit untuk berkemih
- Perdarahan berat
- Keluar cairan berbau tidak sedap.
Selain infeksi, segera hubungi dokter bila luka yang sebelumnya
tertutup menjadi terbuka atau terpisah. Konsultasikan dengan dokter juga
bila payudara terasa sakit dan kamu mengalami gejala-gejala menyerupai
flu. Kamu membutuhkan pertolongan medis secepatnya bila menunjukkan
gejala-gejala serius, seperti sakit perut parah, batuk darah, sesak
napas, atau pingsan.
Jangan lupa untuk meminum obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
Tidak perlu khawatir karena obat-obatan yang diresepkan dokter biasanya
aman bagi ibu-ibu yang sedang menyusui. Selain itu, lebih baik jangan
membanding-bandingkan pengalaman operasi caesar yang dijalani dengan
orang lain karena tiap wanita memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
Sebaiknya pusatkan perhatian pada pemulihan diri sendiri.
Semoga artikel ini bermanfaat ya.
Sumber: Alodokter