Bagi pasangan muda, normal saja bila belum dikarunia momongan pada
setahun pertama pernikahan. Bila terus berusaha dan menerapkan langkah
persiapan kehamilan, bukan tidak mungkin kamu bisa hamil di tahun
berikutnya. Bagi kamu yang baru saja berhenti menggunakan alat
kontrasepsi, kamu pun bisa segera memulai program hamil. Tentu saja
mempersiapkan kehamilan menjadi penting agar bayi yang kamu kandung
senantiasa sehat.
Memang ada sebagian wanita yang tidak langsung hamil saat baru
menikah atau setelah belum lama menghentikan penggunaan alat
kontrasepsi. Jangan khawatir karena hal-hal semacam itu biasa terjadi.
Sering kali tubuhmu membutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa
melakukan proses ovulasi normal kembali setelah berhenti menggunakan
alat kontrasepsi.
Bagi yang ingin hamil paska lepas kontrasepsi, kamu tidak perlu
menunda untuk berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini aman
dilakukan dan kamu berpeluang untuk melahirkan bayi sehat sama seperti
wanita yang memberikan jeda untuk berhubungan intim setelah berhenti
memakai alat kontrasepsi.
Mempersiapkan kehamilan dengan cermat merupakan aspek penting untuk
proses kehamilan yang sehat, baik kamu sebagai ibu maupun bayimu.
Sebagai langkah nyata, lakukan langkah-langkah berikut untuk
mempersiapkan tubuhmu menghadapi kehamilan.

Menjaga kesehatan gigi
Ketika Anda sedang
mempersiapkan kehamilan, jangan lupakan kesehatan gigi dan mulut. Gigi
dan mulut yang sehat akan menjagamu dari terkena penyakit gusi selama
kehamilan nantinya. Ini karena saat hamil, perubahan hormon dapat
membuatmu lebih rentan terhadap penyakit gusi. Kadar hormon progesteron
dan estrogen yang lebih tinggi dapat menyebabkan gusi untuk bereaksi
secara berbeda terhadap bakteri pada plak. Akibatnya, gusi bisa bengkak,
merah, nyeri, serta berdarah saat kamu menyikat gigi.
Namun, bila kamu senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak
sebelum hamil, maka risiko untuk mengalami komplikasi gusi selama
kehamilan dapat berkurang.
Melakukan vaksinasi
Kamu disarankan untuk sudah
memperbaharui imunisasi atau vaksinasi sebulan sebelum memulai program
hamil. Ini karena infeksi seperti cacar (varicella) dan campak Jerman
(rubella) bisa berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Jika imunisasi kamu
tidak lengkap atau kamu tidak yakin memiliki daya tahan tubuh terhadap
infeksi tertentu, kamu bisa melakukan tes darah untuk memeriksa tingkat
imunitas dirimu.
Menjaga berat tubuh tetap ideal
Bila kamu
memiliki berat tubuh yang sehat, peluangmu untuk hamil bisa makin besar.
Berat tubuh yang normal dihitung dengan kalkulasi indeks massa
tubuh(body mass index-BMI). Caranya mudah saja, yaitu berat badan (kg)
dibagi tinggi badan (m)2. Hasil perhitungan BMI yang normal untuk orang
asia berkisar antara 18,5-22,9.
Misalnya berat badanmu adalah 60 kg dan tinggi badanmu adalah 170
sentimeter (1,7 meter). Maka BMI diperoleh dengan penghitungan: 60 /
(1,7)² = 20,7. Maka kamu masih termasuk orang dengan massa tubuh yang
normal.
Bila angka BMI kamu di atas normal, dianjurkan untuk menurunkan berat
badan sebelum memulai program hamil. Ini karena wanita dengan angka BMI
tinggi lebih cenderung memiliki komplikasi selama kehamilan maupun
persalinan. Penurunan berat badan juga berguna untuk mengurangi risiko
masalah kesehatan tertentu pada janinmu nantinya.
Sebaliknya, bila angka BMI kamu di bawah normal, maka kamu perlu
meningkatkannya dengan menerapkan pola makan sehat. Kamu juga bisa
berkonsultasi dengan dokter untuk membantumu menaikkan berat badan
secara sehat. Bila berat badanmu tidak ditingkatkan, mungkin kamu bisa
menjadi kesulitan untuk hamil. Selain itu, kalaupun bisa hamil, kamu
lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah pula,
suatu kondisi yang berarti tidak baik, bukan?

Perhatikan apa saja yang masuk ke perutmu
Pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi yang higienis agar kamu
memiliki cukup nutrisi untuk memiliki kehamilan yang sehat. Singkirkan
makanan tidak bergizi dari lemari makanmu dan gantikan dengan yang sehat
serta bergizi.
Kamu dianjurkan untuk mengonsumsi 350 gram ikan per minggu. Meski
begitu, pastikan ikan tersebut rendah merkuri atau tidak mengandung
merkuri sama sekali karena berbahaya untuk kesehatan. Ikan yang baik
untuk dikonsumsi contohnya ikan tuna dan salmon. Daging ikan kaya akan
kandungan asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak
dan kesehatan mata janinmu nanti. Selain itu, ikan juga kaya akan
protein, vitamin D, dan nutrisi-nutrisi lainnya.
Selain ikan, kamu perlu mengonsumsi setidaknya dua cangkir buah dan
2,5 cangkir sayuran tiap hari. Utamakan pula makanan yang tinggi
kalsium, seperti susu dan yoghurt. Variasikan makananmu dengan berbagai
sumber protein, seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, produk
kedelai, unggas, dan daging. Upaya ini dapat membantu tercukupinya
nutrisi yang dibutuhkan calon ibu.
Bila niatmu untuk hamil sudah bulat, teguhkan dirimu dari godaan
kopi, teh, cokelat, dan segala bentuk makanan atau minuman berkafein
secara berlebihan. Para ahli sepakat bahwa wanita hamil dan wanita yang
berencana hamil harus menghindari kafein dalam jumlah besar. Sebagai
batasan maksimal adalah 200 mg kafein atau sejumlah satu cangkir kopi
per hari, jangan lebih dari itu.
Stop merokok dan minuman beralkohol
Merokok dan minuman beralkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan
yang serius bagi keberlangsungan janin. Kamu juga bisa menghadapi
meningkatnya risiko keguguran. Tidak ada cara untuk mengetahui berapa
banyak zat alkohol yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Sebagai
langkah aman, lebih baik hentikan konsumsi minuman beralkohol sejak kamu
memulai program hamil. Makin banyak konsumsi minuman beralkohol, maka
risiko bayi mengalami masalah kesehatan jangka panjang pun meningkat.
Jangan sungkan untuk mencari dukungan dan bantuan dari keluarga
maupun dokter agar kamu bisa menghentikan kebiasaan merokok dan
mengonsumsi minuman beralkohol.
Ikuti program latihan kebugaran
Lakukan olahraga
ringan, paling tidak selama 30 menit per hari. Kamu bisa mencoba yoga,
berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan lain yang kamu sukai.
Bila kamu belum terbiasa, cobalah lakukan latihan selama sepuluh menit,
lalu keesokan harinya bisa menambahkan durasi menjadi 15 menit, 20
menit, kemudian nantinya menjadi 30 menit.
Jangan merasa terbebani untuk segera memiliki momongan. Jalani dengan
rileks dan didasari kebahagiaan pada tiap prosesnya agar kamu tidak
stres. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, semoga tubuhmu bisa
bekerjasama dengan rencanamu untuk segera memiliki keturunan yang sehat.
Ingatlah untuk jangan pernah ragu berkonsultasi dengan dokter tentang
perencanaan kehamilanmu.
Semoga artikel ini bermanfaat ya.
Sumber: Alodokter