Tidak semua ibu hamil mengalaminya, tapi keguguran merupakan kondisi
yang sangat umum terjadi pada awal-awal masa kehamilan. Terutama pada
ibu yang memiliki awal kehamilan yang bermasalah. Cari tahu, apa saja
ciri-ciri ibu yang rentan mengalami keguguran.
Biasanya keguguran dapat terjadi selama 20 minggu pertama usia
kandungan. Kondisi ini dapat terjadi ketika kamu sudah mengetahui dirimu
hamil atau bahkan saat kamu belum mengetahui kamu telah berbadan dua.
Berikut 7 tipe wanita yang rentan mengalami keguguran:

1. Berusia di atas 35 tahun. Wanita yang berusia di atas 35 tahun
memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran ketimbang wanita
berusia lebih muda. Pada usia tersebut, wanita lebih mungkin mengandung
bayi dengan kelainan kromosom (seperti sindrom Down), di mana hal
tersebut bisa memicu keguguran.
2. Penggila kafein. Disarankan untuk membatasi konsumsi kafein ketika
kamu sedang hamil. Mengonsumsi kafein dalam kadar tinggi tiap harinya
saat hamil bisa menyebabkan keguguran. Kafein juga dapat meningkatkan
tekanan darah tinggi dan detak jantungmu. Kedua kondisi tersebut tidak
baik bagi kesehatan saat masa kehamilanmu.
Jadi, jika kamu termasuk penyuka asupan berkafein seperti kopi, teh,
cokelat, minuman bersoda atau minuman penambah energi, yuk, batasi
mengonsumsinya saat berbadan dua. Takaran mengonsumsi kafein harian yang
direkomendasikan saat hamil yaitu 200 mg perhari.
3. Perokok, pecandu minuman beralkohol dan pecandu narkoba. Di dalam
sebatang rokok mengandung ribuan racun yang jika kamu isap, zat tersebut
bisa masuk pembuluh darahmu lalu langsung menuju janin dalam kandungan.
Zat-zat tersebut, seperti karbon monoksida dan nikotin, bisa
meningkatkan risiko kamu mengalami gangguan kesehatan sampai keguguran.
Disarankan untuk berhenti total merokok karena tidak ada batasan aman mengisap rokok saat hamil.
Hal sama juga berlaku bagi pecandu minuman beralkohol. Hingga kini
para ahli tidak tahu batasan aman bagi ibu hamil dalam mengonsumsi
minuman beralkohol. Jadi, disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman
beralkohol sama sekali ketika hamil, demi menghindari risiko mengalami
keguguran. Alasannya, minuman beralkohol dapat langsung diserap oleh
bayi dalam kandungan. Padahal, organ hatinya belum mampu untuk memroses
alkohol, sebagaimana tubuhmu melakukannya.

Saat tidak berbadan dua saja mengonsumsi narkoba dilarang, apalagi
saat hamil. Mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain atau
ekstasi saat hamil, bisa meningkatkan risiko kamu mengalami keguguran.
4. Berat badan tidak normal. Ibu hamil bertubuh terlalu kurus atau
terlalu gemuk telah dikaitkan dengan risiko mengalami keguguran lebih
tinggi dibanding wanita yang memiliki berat badan normal.
5. Pernah mengalami keguguran. Wanita yang pernah mengalami keguguran
dua kali atau lebih secara berturut-turut , lebih mungkin untuk
kehilangan janin kembali pada kehamilan selanjutnya.
6. Menderita penyakit kronis. Wanita yang mengidap penyakit kronis
atau jangka panjang bisa berisiko tinggi mengalami keguguran pada
trimester kedua kehamilan. Contoh penyakit kronis antara lain diabetes
(jika tidak terkontrol), penyakit ginjal, tekanan darah tinggi parah,
atau lupus.
7. Terlalu cepat kembali hamil. Jika jarak antara waktu melahirkan
dan kehamilan selanjutnya sekitar 3 bulan, maka kamu berisiko tinggi
mengalami keguguran.
Jika kamu termasuk salah satu dari 7 tipe wanita di atas, kamu jangan
bersedih hati. Segera lakukan perubahan jika kamu ingin menjalani
kehamilan secara sehat, seperti menaikkan atau menurunkan berat badan
sebelum hamil, menjalani gaya hidup sehat, atau rutin melakukan
perawatan medis jika memiliki gangguan kesehatan kronis.
Semoga artikel ini menginspirasi ya.
Sumber: Alodokter