Pernah dengar istilah ladyboy? Si cantik yang berjenis kelamin
laki-laki ini memang sering jadi perbincangan, terutama ladyboy
Thailand. Wajar saja, penampilannya kadang lebih cantik daripada cewek
tulen. Mereka berpenampilan seksi, dengan make up natural, dan pembawaan
yang cewek banget. Dijamin susah membedakan mana yang ladyboy, dan mana
yang cewek tulen.
Di Indonesia, stigma negatif tentang hal tersebut masih mendominasi,
sementara di Thailand, ladyboy justu mendapatkan dukungan. Selain itu,
jumlahnya di Thailand justru makin meningkat dari tahun ke tahun? Ada
banyak hal yang menyebabkan hal itu. Beberapa penyebabnya adalah hal-hal
ini.
1. Industri hiburan Thailand terkenal dengan ladyboy-nya
Industri hiburan malam di Thailand terkenal dengan banyaknya jumlah
ladyboy yang cantik-cantik, yang merupakan salah satu aset hiburan malam
di sana. Permintaan terhadap ladyboy Thailand sangat tinggi. Thailand
punya lebih dari 200.000 industri prostitusi dengan penghasilan lebih
dari $4 miliar atau setara dengan lebih dari Rp53 triliun.

Dengan jumlah sebanyak itu, industri malam di Thailand bahkan
menyumbang hampir 1 persen dari GDP (Gross Domestic Product) Thailand.
Persentase itu setara dengan jumlah penghasilan industri Hollywood di
Amerika.
2. Ladyboy dianggap bukan sebagai penyimpangan
Ladyboy atau yang disebut dengan kathoey, dianggap sebagai sesuatu
yang wajar di Thailand, bahkan merupakan jenis kelamin ke-3. Kathoey
adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, berpakaian, dan
berperilaku serta bertubuh perempuan. Di dalam budaya Thailand, kathoey
dianggap sebagai karma dari kehidupan sebelumnya sehingga kathoey
seharusnya dikasihani, bukan dibenci.

Agama Budha yang menjadi agama mayoritas di sana juga mengajarkan
perdamaian dan toleransi terhadap berbagai hal yang sering dianggap tabu
di negara lain, misalnya homoseksual dan transgender.
3. Biaya operasi kelamin yang murah
Untuk melakukan operasi kelamin di Thailand, seseorang tidak perlu
merogoh kocek sangat dalam. Jika di Amerika operasi kelamin membutuhkan
biaya 1 miliar rupiah, di Thailand seseorang sudah bisa mengganti
kelaminya hanya dengan harga 400 juta rupiah. Maka, tak heran banyak
orang dari luar negeri yang lebih memilih melakukan operasi plastik di
sana. Jika ingin lebih murah lagi, ada banyak klinik yang menyediakan
fasilitas itu, kok. Meski, ya, memang kualitasnya kadang bergantung pada
keberuntungan.

Sudah paham kan, alasan mengapa di Thailand jumlah ladyboy sangat
banyak? Selain banyak permintaan, budaya dan lingkungan juga mendungkung
pertumbuhan jumlahnya. Gimana pendapatmu, apakah ladyboy ini merupakan
sesesuatu yang wajar atau merupakan sebuah penyimpangan? Apapun pendapat
kalian, kita harus tetap saling menghargai ya.
Sumber: yukepo