Setiap manusia pernah merasakan sakit hati yang sulit untuk
disembuhkan. Bagaimana jika itu terjadi kepada pasanganmu? Apa yang akan
kamu lakukan, pura-pura tidak tahu atau membiarkannya berjuang sendiri?
Tentu, sebagai pasangan yang baik sudah seharusnya menjadi teman di
saat susah dan bahagia seperti janji yang dikatakan ketika menikah.
Seperti sebuah cerita yang penuh makna di bawah ini, akan membuatmu
lebih mengerti bagaimana memperlakukan pasanganmu dengan kekuatan cinta
apalagi ketika dia mengalami trauma atau luka batin. Yuk, simak
baik-baik!
Seorang istri bernama Yun Ok sangat menikmati kehidupan yang bahagia
sampai suatu ketika suaminya pulang kembali dari peperangan. Awalnya,
Yun Ok sangat gembira menyambut suami dengan lembut dan memberi
perhatian kepadanya.

Tapi tak lama kemudian Yun Ok, menyadari ada sesuatu yang salah.
Suami yang dia cintai tidak seperti dulu lagi, dia menjadi lelaki yang
pemarah dan depresi. Setiap kali bertatap wajah dengan istrinya, dia
akan berteriak atau menangis. Tidak ada yang dapat Yun Ok lakukan atas
perubahan yang dialami oleh suaminya. Dia pun putus asa dan memerlukan
bantuan.
Akhirnya, Yun Ok pergi mengunjungi pondok pertapa tua dan meminta
bantuan pertapa tersebut untuk mengembalikan suaminya seperti sedia
kala. Pertapa itu pun menyetujuinya seraya berkata, “Aku dapat meracik
racun yang dapat mengembalikan suamimu seperti dulu lagi. Tetapi racikan
ini perlu bahan yang tidak biasa, kamu harus membawakan kumis harimau.”

Yun Ok pun tersentak dan dalam hati berkata, tidak ada cara untuk
mengambilnya dengan mudah. Tapi dia tidak punya pilihan lain dan
menuruti permintaan pertapa tua tadi. Keesokan hari, Yun Ok pergi ke gua
harimau dengan rencana yang sudah disusunnya. Dia menyimpan sebuah
mangkuk di depan gua yang berisi nasi dengan lauk di atasnya, kemudian
pergi bergegas kembali ke rumah.
Yun Ok selalu melakukan hal yang sama setiap hari. Tiga bulan
berlalu, harimau tersebut menunjukkan kepalanya di mulut gua. Lima bulan
berikutnya, harimau tersebut sudah menunggu Yun Ok di luar gua.
Akhirnya, enam bulan kemudian, harimau itu memperbolehkan Yun Ok berada
di dekatnya dan membelai kepalanya.
Merasa yakin, keesokan harinya Yun Ok membawa pisau. Selagi dia
memberi makan kepada harimau itu, dia memotong kumisnya dengan sekali
tebasan. Dengan girang, Yun Ok berlari kepada sang pertapa tua sambil
berkata, “Aku berhasil, aku mendapatkan kumis harimau yang kau minta.”
Sambil bangga Yun Ok bercerita bagaimana cara mendapatkan kumis
harimau itu. Tetapi pertapa tersebut bertindak di luar dugaan Yun Ok.
Dia membuang kumis harimau yang sudah didapatnya susah payah ke dalam
api. Melihat itu, Yun Ok menangis. Pertapa tua itu berkata dengan
lembut, “Tidak ada ramuan untuk membantu suamimu kembali, tapi semuanya
ada dalam dirimu, harapanmu.”

“Kamu menanti dengan sabar untuk mendapatkan kepercayaan harimau itu,
maka kamu juga harus melakukan pendekatan yang sama kepada suamimu yang
terluka itu. Kesabaran dan cinta yang lembut akan menyembuhkannya.”
Mendengar hal itu, Yun Ok pulang ke rumah dengan tekad yang kuat.
Dari situ, dia mulai menawarkan cinta dan dukungan kepada suaminya
tanpa meminta apapun. Waktu berlalu, suaminya masih bersikap sama.
Meskipun begitu, Yun Ok merasa lebih dekat dengan suaminya hari demi
hari. Suatu hari, suami Yun Ok menghilang sehingga membuat Yun Ok
ketakutan dan mencari ke sana sini. Kemudian, dia mendengar suara
senandung di halaman belakang rumah mereka. Yun Ok mencari suara itu dan
betapa kagetnya dia melihat suaminya sedang bersenandung gembira
melihat bunga-bunga yang mekar di taman kecil mereka.
Sambil membalikkan badan, suaminya berkata dan tersenyum, “Lihat,
bunga bermekaran. Ini awal dari musim semi.” Akhirnya, dia meraih tangan
Yun Ok kembali. Hati yang luka hanya dapat disembuhkan dengan kesabaran
dan perhatian yang tidak berakhir.
Sumber : Hefty