Ketika diharuskan pakai kacamata, biasanya kebanyakan orang akan
memilih pakai kacamata berlensa mika ketimbang yang kaca.
Pertimbangannya sederhana, lebih enteng dan nyaman dipakainya. Udah gitu
mudah dipasangkan dengan berbagai pilihan frame yang beragam. Tapi,
suatu saat kamu merasa pusing saat hendak membaca. Padahal kata dokter
angka minus atau silindernya nggak bertambah. Terus kenapa, ya?
Ya, membersihkan kacamata mika yang keliru bisa membuat ketajaman
lensa menurun kualitasnya. Saat ketajaman lensa menurun, kinerja mata
akan terasa lebih berat. Kacamata yang tadinya mulus pun, bisa jadi
baret-baret dan bikin mata mudah lelah dan pusing jadinya. Makanya, kamu
perlu ketahui kesalahan saat membersihkan lensa kacamata berbahan dasar
mika berikut.
1. Membersihkan lensa mika dengan media seadanya, entah ujung baju atau tisu, bukan dengan lap pembersih lensa yang semestinya

Saat lagi jalan, lalu pandangan jadi buram karena kacamata yang kotor
atau berembun, biasanya kamu refleks membersihkannya dengan ujung baju.
Atau segera mengambil tisu untuk mengelapnya. Ini adalah kebiasaan yang
super keliru! Saat membeli kacamata, setiap toko optik pasti
menyertakan lap pembersih lensa atau microfiber. Nah, gunakan lap dengan
tekstur lembut yang sudah dikhususkan untuk membersihkan lensa, bukan
dengan ujung baju ataupun tisu.
Salah satu bahan pembuat tisu adalah bubur kertas yang diambil dari
serat kayu. Lensa mika yang digosok dengan bahan seperti ini tentunya
sangat keliru. Jangan heran kalau cepat baret-baret lensa kacamatamu.
2. Bersihin lensa kacamata saat sedang dalam keadaan kering, padahal butuh cairan pembersih yang steril

Membersihkan kacamata saat sedang dalam kondisi kering sangat rentan
bikin lensa kacamata jadi baret-baret. Debu dan kotoran-kotoran
berukuran kecil yang nggak terlihat bisa menggores permukaan lensa tanpa
kamu sadari. Padahal, di toko optik banyak tersedia pembersih lensa
kacamata yang sangat terjangkau harganya. Pembersih lensa ini berfungsi
membersihkan lensa kacamata dengan menyeluruh. Kandungannya sudah
diracik sedemikian rupa agar mampu mengangkat debu dan kotoran yang
menempel pada kacamatamu. Jadi, hindari bersihkan kacamata dalam keadaan
kering, ya!
3. Mengusap lensa dengan gerakan berputar-putar saat membersihkannya juga rentan bikin lensa jadi baret-baret

Seringnya, banyak orang orang menggunakan gerakan memutar saat
membersihkan kacamata. Entah karena kebiasaan atau menganggap gerakan
ini efektif untuk membersihkan kotoran pada kacamata dengan tuntas.
Padahal, kamu nggak akan pernah tahu sebesar dan sejenis apa debu dan
kotoran yang menempel pada kacamata. Sekecil apapun partikel debu atau
kotorannya, keliru memperlakukannya bisa bikin baret juga mikanya.
Gunakan teknik gerakan searah saat membersihkan lensa kacamata. Kalau ke
kanan ya ke kanan terus, ke kiri terus, ke atas atau ke bawah terus.
Konsisten.
4. Terlepas dari seleramu, menggunakan bingkai kacamata penuh rupanya lebih sulit dibersihkan ketimbang model bingkai setengah

Menurut pengalaman, menggunakan model kacamata full frame atau
bingkai penuh lebih sulit dibersihkan karena bagian ujung-ujung lensanya
yang terhalang bingkai. Kotoran cenderung berputar-putar di tempat yang
sama dan nggak mudah diangkat. Berbeda dengan kacamata model bingkai
setengah di bagian atas yang lebih mudah dibersihkan. Saat disapu ke
satu arah, debu dan kotoran akan terangkat dan nggak kembali ke
permukaan lensa.
Jika kamu lebih suka mengenakan bingkai penuh, baiknya bawalah
kacamatamu ke toko optik dan meminta jasa layanan pembersihan kacamata
tiap sebulan sekali.
Mulai sekarang, kurang-kurangi membersihkan kacamata mika dengan cara
yang keliru seperti di atas. Dampak paling mungkin terjadi adalah
permukaan lensa jadi baret. Baretnya lensa tentu bikin mata jadi terasa
lebih berat dan mudah lelah. Jika sudah begini, segera ganti lensa deh!
Lebih baik merogoh kocek sedikit ketimbang puyeng terus tiap hari kan?
Sumber : Hipwee