Setiap kita punya sudut pandang tentang arti sukses dalam hidup. Seperti kisah nyata tentang lima pria yang sudah bersahabat sejak mereka menempuh pendidikan sekolah tinggi. Mereka yang sebentar lagi akan lulus dari bangku sekolah, saling bertanya tentang keinginan mereka ketika mereka dewasa nanti. Salah satu dari mereka, Mike bertanya, “Hidup ini sangat singkat, apa impian kalian?”
Kemudian ada yang menjawab, “Aku ingin menjadi seorang juara di perlombaan bulutangkis!” Temannya pun tertawa dan membalasnya, “Kejuaraan? Kamu bercanda? Kalau aku, aku ingin punya sebuah rumah besar, mobil mewah, seorang istri yang cantik, dan seekor anjing yang mahal.” Memang kebanyakan dari kita mempunyai definisi sukses adalah bergelimang harta kekayaan kan?
Ada lagi yang menyahut anak itu, “Aku ingin menjadi penyanyi dari band musik rock yang aku miliki sendiri dan mengadakan tour keliling dunia!” Mereka pun penasaran dengan jawaban Mike yang mengajukan pertanyaan ini di awal, “Bagaimana denganmu, Mike?”
Dengan yakin, Mike menjawab, “Aku ingin menjadi seorang pengusaha sukses, dan membangun kerajaan bisnisku milikku.” Mendengar harapan Mike, teman-temannya pun mendukung. Pertanyaan terakhir ditujukan kepada Sam, anak sekolah yang kelihatannya seorang kutu buku. Dari penampilannya, sudah bisa ditebak bahwa Sam tertarik menjadi guru.
Setelah mereka dewasa, mereka masih meluangkan waktu untuk bertemu dan membahas kehidupan. Sam yang saat itu sudah bekerja menjadi seorang guru, diejek oleh teman-temannya karena penghasilan seorang guru tidaklah besar. Bahkan penghasilan Sam tidak dapat membayar cicilan mobil milik temannya. Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Sam gusar dan bertanya kepada istrinya. “Apakah aku tidak berguna? Apakah kamu merasa bahagia hidup bersamaku?”,tanya Sam kepada istrinya.
Siapa sangka, setelah pertemuan mereka, Mike mencari tahu tentang keseharian Sam. Dari media sosial milik Sam, Mike dapat melihat semua tawa, kebahagian, rasa syukur yang berasal dari murid-muridnya dan keluarga kecil Sam. Melihat hal itu, Mike merasa perlu bertemu dengan Sam.
Mike pun memulai percakapan, “Jika aku punya waktu 6 bulan, aku akan meluangkan lebih banyak waktu dengan istri dan anakku. Aku menghabiskan seluruh usaha untuk mencapai apa yang aku inginkan di masa lalu. Aku juga menelantarkan orang-orang di sekitar aku.
Aku lelah, aku tidak ingin hidup di belakang topeng lagi. Aku tidak memiliki kekuatan untuk menyenangkan orang lain. Sesungguhnya, aku iri padamu. Aku harap aku dapat hidup sederhana sama seperti kamu tapi itu tidak mungkin”, keluh Mike.
Hidup memang seperti perlombaan, kadang kita melupakan sesuatu yang paling penting. Kita terus berusaha mencapai mimpi kita yang tidak pernah berakhir. Hidup adalah bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi tentang bagaimana kita meraih kebahagiaan di sekeliling kita. Masih ingat pertanyaan ketika mereka sekolah? Dulu, Sam menjawab, “Aku ingin hidup bahagia!”
Sumber : Vidsee