Kisah inspiratif dari wanita yang bernama Linda Banon. Linda Banon terlahir ke dunia ini berbeda dengan bayi-bayi yang lainnya. Ia dilahirkan tanpa kedua tangan. Sejak lahir Linda menderita penyakit langka yakni sindrom Holt-Oram. Sindrom ini menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tulang dan juga meningkatkan resiko penyakit jantung.
Meskipun kita tahu hidup tanpa ke dua lengan ini sangatlah sulit tetapi ia tetap semangat menjalani hidupnya dan tidak pernah putus asa. Segala sesuatu yang ia yakini bisa dilakukan sendiri, ia mencoba untuk melakukannya tanpa bantuan orang-orang disekitarnya meskipun tidak jarang pada saat itu ia selalu dihampiri oleh rasa kesulitan. Linda beranggapan bahwa kekurangan yang ada pada dirinya tidak akan membuat ia terus bergantung hidup dengan uluran dan bantuan orang lain. Meskipun tidak memiliki lengan ia berusaha untuk hidup mandiri.

Pada suatu ketika Linda memutuskan untuk menggunakan lengan palsu. Namun, pada saat dirinya berusia 12 tahun ia mengambil keputusan kembali untuk tidak lagi memakai lengan palsu yang selama bertahun-tahun bisa membantu dan memudahkan kegiatan Linda. Pada saat itu, keluarganya lebih nyaman melihat Linda dengan penampilan apa adanya. Kekurangan yang ada pada diri Linda juga tidak dianggap sebuah kekurangan oleh keluarga yang selalu mendukungnya. Bahkan Linda tidak merasa khawatir atau mempersalahkan apabila ia harus di ejek atau diolok-olok oleh teman sekolahnya. Meskipun dengan keadaan seperti itu, ia tetap bersyukur karena pada saat itu ada beberapa orang teman yang selalu mendukungnya meskipun jumlahnya tidaklah banyak.
Kondisi yang berbeda seperti ini tidaklah menjadi penghalang untuk wanita tangguh ini. Ketika Linda berusia 24 tahun ia bertemu dengan seorang pria yang bernama Richard. Pria ini sangatlah baik, setalah beberapa lama meraka berdua menjalin hubungan, pria baik tersebut menikahinya pada tahun 2004 silam. Pria ini tidak mempermasalahkan kondisi Linda yang memprihatinkan tersebut, bahkan ia menerima apapun kondisi Linda dengan ikhlas. Setelah menikah, keduanya setuju untuk langsung memiliki keturunan tanpa harus menundanya terlebih dahulu. Dan memang pada kenyataannya tidak lama dari itu Linda dinyatakan hamil. Namun, kesedihan kembali menghampiri, dimana bayi yang dikandung Linda juga ternyata mengidap penyakit langka seperti ibunya yakni sindrom langka Holt-Oram.
Sejak mengetahui hal tersebut, Linda dan suaminya mempersiapkan segala macam cara agar anaknya bisa hidup dengan normal meskipun nanti ia terlahir tanpa lengan seperti ibunya. Linda menginginkan bahwa anaknya tersebut bisa hidup lebih baik dari apa yang ia alami di masa kecilnya.
Nah, setelah beberapa bulan mengandung, akhirnya waktu yang selama ini dinantikan tiba juga. Linda pada saat itu melahirkan seorang anak lelaki yang diberinama Timmy. Meskipun kondisi anaknya tidak sempurna tetapi Linda dan suaminya merasa bahagia, mereka berdua menerima bagaimana pun keadaan anak mereka. Seperti apa yang dilakukan oleh keluarga Linda pada saat itu, Linda dan suaminya juga mendukung sepenuhnya Timmy anak yang dicintainya tersebut.
Semakin hari Timmy semakin tumbuh menjadi balita yang mengggemaskan hingga pada akhirnya tumbuh menjadi anak yang sudah bisa mengerti berbagai hal. Setiap hari Linda memanfaatkan waktunya untuk mengajarkan anaknya agar bisa hidup tanpa tangan. Mulai dari kegiatan yang mudah sampai kegiatan yang sulit, Linda menginginkan bahwa anaknya tersebut bisa melakukan segalau sesuatunya sendiri seperti apa yang dilakukannya.
Keinginan yang kuat dari Linda untuk memberi pencerahan kepada anaknya akhirnya membuahkan hasil. Kini anak laki-lakinya tersebut bisa melakukan hal apapun sendiri. Timmy bisa menyikat gigi sendiri dan memakai pakaiannya sendiri. Bukan hanya itu Timmy juga bisa melakukan kegiatan seperti orang normal pada umumnya yakni berenang, main video game dengan menggunakan ke dua kakinya, juga ikut Taekwondo. Banyak kegiatan positif yang bisa Linda dan Timmy lakukan meskipun keadaan mereka berdua berbeda dengan orang normal pada umumnya. Dan semua kegiatan yang dilakukan oleh ke duanya kebanyakan hanyalah dengan menggunakan kakinya.
Sungguh hebat Linda dan Timmy. Meskipun tidak memiliki tangan tetapi mereka berdua tidak mau bergantung kepada orang lain. Sifat mandiri, kerja keras dan pantang menyerah dari ke duanya bisa kita jadikan contoh dan pelajaran dalam menghadapi segala hal. Janganlah pernah mengeluh akan keadaan dan teruslah semangat dalam menjalani hidup ini apapun keadaannya. Kita do’akan semoga Linda dan Timmy selalu hidup bahagia.
Sumber: Barcroft TV