Wanita 23 tahun asal California, didiagnosis memiliki tumor otak saat
hamil sembilan bulan. Demi keamanan bayi dan ibu, dokter memutuskan
tindakan pengangatan tumor dilakukan setelah melahirkan.

Tiga bulan setelah ia melahirkan, otak perempuan ini dipindai lagi
dan hasilnya mengejutkan. Dokter tidak menemukan adanya tumor otak.
Tidak terjadi kesalahan teknis dalam proses pemindaian. Sebaliknya,
tumor di otak wanita itu "menghilang". Sebab itulah, dalam laporan yang
terbit di jurnal World Neurosurgery 8 April 2018, dokter menjuluki
fenomena ini sebagai "tumor Houdini" yang merujuk pada seorang pesulap
terkenal bernama Harry Houdini.

Ia datang dengan keluhan sakit kepala parah di sisi kirinya selama
kurang lebih satu bulan, disertai mual, muntah, dan kadang pandangannya
buram. Ia mengatakan, ini adalah pengalaman pertama yang terjadi saat
kehamilan ketiganya. Hasil MRI awal menunjukkan perempuan ini memiliki
meningioma di sisi kiri kepala, tepatnya di belakang telinga. Menurut
Mayo Clinic, meningioma adalah tumor jinak yang berkembang lambat pada
membran (meninges) yang menutupi permukaan otak, sumsum tulang belakang,
atau akar saraf tulang belakang. Namun, tumor kadang dikategorikan
sebagai tumor otak karena dapat menekan dan menghimpit jaringan otak,
saraf, dan pembuluh darah.

Dr. Vikram Chakravarthy yang merupakan ahli bedah saraf di Cleveland
Clinic yang merawat wanita itu menuliskan dalam laporannya, tidak jelas
kapan tumor otak pertama kali muncul. Namun, dalam beberapa kasus
meningioma dapat dirangsang oleh pelepasan hormon selama kehamilan.
"Dugaan saya tumor itu sudah muncul sebelum wanita ini hamil dan
ukurannya membesar selama kehamilan," kata Chakravarthy kepada Live
Science, Senin (7/5/2018). Dokter menduga hormon yang berhubungan dengan
kehamilan telah memainkan peran dalam pertumbuhan tumor selama
kehamilan dan tumornya menghilang secara tiba-tiba tidak lama setelah
melahirkan.

Kasus aneh hilangnya tumor Dalam laporan terkait kasus ini dijelaskan
satu bulan usai melahirkan pasien masih merasakan sakit kepala di sisi
kiri. Namun, penglihatannya tidak lagi kabur saat sakit kepala itu
muncul. Pemeriksaan saat itu menunjukkan masih ada pembengkakan yang
signifikan di otaknya. Sebab itu, dokter menjadwalkan operasi untuk
pengangkatan tumor di bulan berikutnya. Sebelum operasi dilakukan,
sekitar tiga bulan setelah melahirkan wanita ini kembali melakukan
pemindaian MRI.

Hasilnya menunjukkan tumor telah menyusut secara signifikan dan
pembengkakan di otak hilang. "Saat wanita ini masih hamil sembilan
bulan, ukuran tumornya sebesar buah anggur. Tiga bulan setelah
melahirkan menyusut hingga sebesar biji bunga matahari," ujar
Chakravarthy.
Kasus munculnya meningioma yang membesar setelah kehamilan dan
menyusut setelah melahirkan bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa
laporan sebelumnya pernah mengungkap kasus yang sama dan relatif tidak
biasa ini. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang mampu
menjelaskan peran kehamilan dalam membesarkan ukuran meningioma dan
melenyapkannya setelah melahirkan.
Saat hormon meningkat selama kehamilan maka akan membuat meningioma
membesar, sementara saat kadar hormon menurun usai melahirkan, tumor
juga ikut menyusut," kata Chakravarthy mengungkap dugaannya.
Chakravarthy mengatakan, meski tidak jadi dioperasi pihaknya tetap
memantau dengan pemindaian otak secara berkala untuk memastikan tumor
terus menyusut.
Sumber: Sains Kompas