Ayah mana yang tidak ingin melihat sang anak hidup bahagia dengan
pendidikan yang tinggi? Pastinya semua ayah yang ada di dunia ini
berharap jika anak yang dicintainya bisa hidup lebih bahagia
dibandingkan dirinya, bisa mengecam pendidikan yang lebih tinggi dan
bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Kebahagiaan sang anak merupakan hal yang paling penting bagi seorang
ayah. Ia akan rela melakukan apapun demi membahagiakan sang anak. Ia
akan mengorbankan segalanya untuk sang anak meskipun itu nyawa
taruhannya.
Nah, berbicara tentang perjuangan dan pengorbanan seorang ayah, kami
memiliki salah satu kisah yang datang dari ayah di China, dimana
kisahnya tersebut mampu menggugah hati kita semua. Apa yang dilakukan
oleh ayah ini untuk sang anak mampu menarik simpati banyak orang.
Mengapa tidak, demi mengantarkan sekolah sang ayah rela setiap hari
menggendong anaknya dengan menempuh jarak yang tidak dekat.

Yu Xukang, itulah nama seorang ayah yang penuh pengabdian. Ia
merupakan pria yang berasal dari China, dalam setiap harinya ayah hebat
ini selalu menggendong anaknya yang bernama Xiao Qiang, seorang
penyandang cacat, agar bisa sekolah seperti anak normal pada umumnya.
Ketika
menggendong anaknya, Yu selalu menempatkan sang anak di sebuah
keranjang khusus yang ia rancang sendiri. Dimana keranjang tersebut ia
ikatkan dipunggungnya.
Di ketahui sang anak mengalami kecacatan, dimana kedua tangan dan
kakinya bengkok, serta punggunya bungkuk. Namun pria berumur 40 tahun
asal Kota Fengyi, Wilayah Yibin, Provinsi Sichuan, sebelah barat daya
China tersebut mengaku bahwa dirinya tidak akan pernah menyerah terhadap
pendidikan anak prianya yang berusia12 tahun. Meskipun keadaan anaknya
tidak sama dengan anak normal lainnya tetapi setidaknya pendidikan
anaknya bisa sama dengan anak-anak yang lainnya.
"Saya tahu bahwa anak saya cacat, namun meskipun begitu tidak ada
masalah dengan pikirannya. Saya tidak bisa menemukan sekolah di sini
dengan fasilitas yang bisa menerima dia, dimana dia selalu ditolak.
Satu-satunya tempat dimana saya bisa menempatkan dirinya yakni hanya di
Sekolah Dasar Fenfxi, di Kota Fengyi, yang berjarak sekitar 8 kilometer
jauhnya," tutur Yu.
Di ketahui Yu telah berpisah dengan sang istri 9 tahun yang lalu saat
putrnya Xiao berusia 3 tahun. Setelah perpisahan tersbeutlah Yu
memutuskan untuk membesarkan putranya seorang diri.

Yu mengaku bahwa ia memiliki tekad agar sang anak tidak hidup
menderita meskipun hanya dibesarkan oleh satu orang tua. Dan ia pun
ingin memberikan kesempatan yang terbaik kepada anaknya.
Karena di daerah tempat tinggalnya tidak ada bus sekolah atau
tranportasi umum yang cocok, namun Yu tidak pernah menyerah. Ia
memutuskan untuk menggendong anaknya setiap hari ke sekolah, baik
mengantarkan atau pun menjemputnya dari Sekolah.
Sudah sejak beberapa tahun yang lalu Yu selalu menggendong anaknya
untuk mengantarkan ke sekolah. Setiap harinya ia selalu bangun jam lima,
kemudian mempersiapkan segala keperluan anaknya. Baru setelah itu ia
berjalan sejauh 7,2 kilometer ke sekolah. Setelah sang anak sampai di
sekolah ia kemudian kembali ke rumah dan bekerja agar dirinya bisa
mendapatkan uang untuk biaya hidup. Setelah jam pulang sekolah sang
anak, Yu pun akan kembali ke sekolah dengan berjalan kaki untuk
menjemput anaknya.
Yu mengatakan bahwa dirinya memperkirakan telah berjalan sekitar
2.574 kilometer dengan naik turun perbukitan. Yuk tidak keberatan
menjadi kaki untuk anaknya. Dan ini merupakan salah satu bentuk kasih
sayang seorang ayah yang sangat luar biasa.
Sumber: Dailymail