Mungkin terkadang kita menganggap bahwa kita merupakan orang yang
paling menderita di dunia ini. Namun jika kita mampu membuka mata
sedikit saja dan melihat keadaan di sekitar, banyak sekali orang-orang
yang hidupnya mungkin lebih menderita dibandingkan dengan kita. Ketika
kita mampu membuka mata, mungkin ketika itu jugalah kita baru menyadari
bahwa atas apa yang kita alami tidak akan ada apa-apanya dibandingkan
dengan apa yang dialami oleh orang lain. Setiap orang memiliki masalah
dalam hidupnya, oleh karena itulah tidak ada alasan bagi kita untuk
menghakimi diri kita sendiri.
Kisah kali ini datang dari sepasang ibu dan anak. Meskipun sang anak
tidak memiliki lengan, tetapi ia tetap setia merawat ibunya yang sedang
sakit. Demi sang ibu ia tidak pernah mengeluh dan putus asa, sebisa
mungkin ia melakukan berbagai macam cara demi kesembuhan dan kebahagiaan
ibu yang dicintainya tersebut.

Cheng Xingyin, itulah nama pria berbakti tersebut, Ia merupakan
seorang pria berusia 48 tahun. Dimana ia kehilangan kedua lengannya
tersebut saat dirinya masih berusia 7 tahun yang disebabkan oleh sebuah
kecelakaan listrik.
Seperti yang dilansir dari shanghaiist.com, meskipun hidupnya tanpa
lengan tetapi ia tidak pernah mengeluh dan terpojok, ia tidak merasa iri
dengan orang-orang yang hidupnya normal. Ia tetap menjalani hidup dan
aktivitasnya seperti biasa. Meskipun tanpa lengan, tetapi ia masih bisa
bercocok tanam, memasak dan melakukan kegiatan lainnya. Ia berharap
bahwa meskipun dirinya tida sempurna tetapi ia tidak harus menyusahkan
keluarga dan orang lain yang ada di sekitarnya. Meskipun ia merupakan
anak bungsu dari keluarganya, tetapi ia mampu memenuhi semua kebtuhan
hidupnya sendiri secara mandiri.
Ujian yang menimpa dirinya tidak sampai disana saja. Karena ujian
terus menerus datang dan menghampirinya. Ketika tahun 2014 silam, wanita
yang telah melahirkannya ke dunia ini dan sudah berusia 88 tahun
tersebut sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa. Sang ibu hanya bisa
berbaring di tempat tidur. Penyakit bronkitis yang sudah diderita oleh
sang ibu sejak lima tahu yang lalu nampaknya semakin parah.
Mengetahui kondisi sang ibu, akhirnya ialah yang mengambil alih untuk
merawat dan mengurus semua keperluan ibunya tersebut. Meskipun ia tidak
memiliki lengan, tetapi dengan semampunya ia memasakan makanan sebanyak
tiga kali dalam sehari untuk sang ibu. Tidak haya itu, ia juga menyuapi
sang ibu.
Menurut tetangga di sekitarnya, meskipun Chen tidak memiliki lengan
seperti orang lain pada umumnya, tetapi ia masih bisa bekerja. Bahkan ia
bekerja lebih cepat dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan. Atas
apa yang menimpa dirinya tersebut, ia tidak pernah menyalahkan takdir
dan keadaan. Justru dengan semangatnya ia belajar dan melatih kedua
kakinya untuk menggantikan fungsi lengan yang telah terenggut. Ia pada
saat itu belajar mencuci dengan menggunakan kedua kakinya, memotong
bahan-bahan makanan, dan memasak makan sendiri. Dan untuk sekarang ini,
karena sudah terlatih ia sangat terampil dan bisa menggunakan kakinya
untuk melakukan berbagai macam kegiatan lainnya.

adpalce_1
Sungguh perjuangan hidup yang sangat menginspirasi. Cerita di atas
dan apa yang dilakukan oleh Chen mampu memberikan beberapa pelajaran
untuk kita semua. Dimana pelejaran pertama yaitu, atas apa yang kita
miliki, atas apa yang telah menimpa kita itu bukan berarti bahwa kita
harus mengeluh dan putus asa, karena tetap semangat dan bersabar adalah
hal yang perlu kita lakukan. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki,
karena kebahagiaan itu adalah ketika kita bisa menerima semua yang kita
dapatkan.
Pelajaran lainnya yaitu, untuk selalu berbakti kepada orangtua kita
sendiri. Mereka adalah orang yang telah banyak berkorban dan berjuang
untuk kita, oleh sebab itulah kita harus bisa membahagiakan dan membuat
mereka bangga. Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kita dari
dulu sampai sekarang ini. Rawatlah mereka di masa-masa tua mereka dengan
sebaik mungkin seperti mereka merawat kita dari mulai dilahirkan sampai
sekarang ini.
Sahabat, mungkin saat ini hidup kita tidak mudah, tetapi yakinlah akan selalu ada jalan untuk kita tetap bertahan dan berjuang.
Sumber: Telegraph