Suatu hari seorang ibu dan anak perempuannya sedang bermain di taman kota. Lalu tiba-tiba si anak melihat ada ibu dan anak yang berkulit hitam.
Ia pun bertanya kepada sang ibu yang sedang menelepon,"Mom, kenapa mereka berkuit hitam?"
Ibunya yang mendengar pertanyaan itu pun langsung terkejut dan segera menutup teleponnya.
"Sarah, kamu nggak boleh bilang seperti itu!" ujar ibunya.
"Tapi Mom, mereka berkulit hitam."

Sementara si ibu berkulit hitam memperhatikan mereka dengan tidak nyaman.
"Kulit hitam itu cantik," ujar si ibu dari anak berkulit putih.
"Mereka berkulit hitam tapi mereka cantik! Mereka murni. Kamu tau Sarah, Sayang, mereka berkulit hitam karena Tuhan menciptakan mereka lebih dulu. Dan Tuhan jatuh cinta dengan ciptaan pertamanya dan kecantikannya. Jadi Tuhan menciptakan mereka dengan hati yang indah di dalamnya."
Si anak bertanya lagi,"Mom mengapa kita berkulit putih?"

Si ibu menjawab lagi,"Jadi, suatu hari Tuhan lewat di sebuah taman dan Dia memperhatikan gadis kecil cantik berkulit hitam yang bermain sendirian dengan tanah liat warna putih. Gadis itu hendak membuat sebuah boneka sebagai teman bermain. Tuhan pun berhenti sejenak, memperhatikan gadis itu. Tangan gadis itu penuh dengan tanah liat putih. Dia nyaris memenuhi seluruh tubuhnya dengan tanah liat putih. Dan Tuhan terpesona melihat gadis kecil itu. Jadi, Tuhan lalu membuat orang dengan kulit putih. Dia mencintai ciptaanNya yang baru. Begitulah awal mula bagaimana Tuhan menciptakan kita semua. Tapi sesungguhnya di dalam, kita semua adalah hitam. Kita semua sama."
Jawaban yang diberikan oleh si ibu melegakan ibu dan anak berkulit hitam yang memperhatikan mereka sejak tadi. Lalu si anak berkulit putih pun mengerti dan tersenyum pada mereka. Ia lalu menghampiri si gadis kecil berkulit hitam dan menggenggam tangannya. Mereka saling pandang beberapa lama.
Sarah lalu berkata,"Jangan kuatir, ini semua hanya lukisan. Di dalam, kita semua hitam."
Lalu keduanya bermain bersama. Si gadis kulit hitam bertanya,"Siapa namamu?"
"Sarah."

Menarik ya kisah di atas. Kita sebagai orangtua bisa mempengaruhi anak-anak dengan pemikiran yang baik untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. 

Sumber: Filmelon FB Fanpage