Tak sedikit orangtua yang merasa gundah bahkan khawatir melihat
bayinya memiliki tanda lahir di tubuhnya. Terutama jika tanda tersebut
memiliki pigmen yang kuat dan berukuran besar. Umumnya tanda lahir tidak
berbahaya dan bisa memudar seiring berjalannya waktu. Namun, ada juga
tanda lahir yang bisa membahayakan.
Tanda lahir terdiri dari dua jenis utama, yakni vaskular dan
berpigmen. Tanda lahir vaskuler disebabkan oleh pembuluh darah di bawah
kulit dan biasanya berwarna ungu, merah muda atau berwarna merah.
Sedangkan tanda lahir berpigmen adalah sekelompok sel berpigmen dan
biasanya berwarna coklat.
Berikut tanda lahir yang paling umum dikenal, yakni:
1. Salmon Patch.

Lebih dikenal dengan sebutan “gigitan bangau.” Tanda lahir vaskuler
ini berwarna merah samar (merah muda). Salmon patch tidak berbahaya dan
biasanya memudar setelah beberapa bulan. Namun tanda salmon patch di
dahi akan memudar dalam waktu yang cukup lama hingga bertahun-tahun,
bahkan ada yang tidak memudar sama sekali hingga dewasa. 50 persen bayi
lahir dengan tanda salmon patch.
2. Strawberry Mark.

Juga dikenal sebagai hemangioma infantil. Ini juga merupakan tanda
lahir vaskuler. Tanda lahir ini berwarna dan menonjol di atas kulit
sehingga tampak seperti stroberi. Tanda lahir ini akan memudar dalam
waktu 7 tahun. Tanda ini mungkin membutuhkan pengobatan lebih lanjut
jika dekat mata atau mulut. Tanda lahir ini cenderung terjadi pada anak
perempuan dan sekitar 5 bayi lahir dengan strawberry mark.
3. Port Wine Stain.

Tanda lahir vaskuler ini disebabkan oleh perkembangan pembuluh darah
yang abnormal. Biasanya muncul pada wajah, dada dan punggung. Warnanya
lebih kemerahan hingga keunguan. Port wine stain dapat menebal dan
bergelombang seiring pertambahan usia, Tanda lahir ini sensitif terhadap
hormon, terutama saat mengalami pubertas dan kehamilan. Dibutuhkan
perlindungan tabir surya ekstra karena port wine stain bisa berubah
menjadi coklat. Tanda lahir ini tidak dapat hilang sendiri dan hanya
bisa dihilangkan dengan laser. Jika tanda terletak di dekat mata,
sebaiknya segera konsultasikan untuk mencegah komplikasi.
4. Mongolian Blue Spots.

Dikenal sebagai dermal melanocytosis. Merupakan tanda lahir berpigmen
yang paling sering ditemukan pada bayi dengan warna kulit lebih gelap
atau berasal dari Afrika, Karibia, keturunan Asia dan Hispanik. Tanda
lahir ini ukurannya bervariasi, dan muncul dengan warna kebiruan,
abu-abu, ungu atau kehijauan pada punggung bawah, pantat, kaki atau
bahu. Tidak berbahaya dan biasanya memudar dari waktu ke waktu.
5. Cafe-Au-Lait spots.

Tanda lahir berwarna menyerupai kopi susu pada kulit. Beberapa bayi
mungkin memiliki lebih dari satu tetapi jika anak Anda berusia lima
tahun dan telah memiliki lebih dari enam tanda, hal ini bisa menjadi
tanda Neurofirbromatosis (kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan
sel tidak normal dari jaringan saraf) Tipe 1 atau Tipe 2 dan harus
dikonsultasikan pada dokter.
Sumber : Family Guide