Anak-anak itu unyu banget kan? Iya kita semua setuju soal itu. Mau
mereka bikin salah apa pun ujung-ujungnya dibiarin aja, soalnya nggak
tega. Apalagi ketika lagi lucu-lucunya. Pengen banget diposting di
medsos kan? Nah, sebelum diunggah ke medsos, orangtua, adik/kakak, semua
anggota keluarga sebaiknya jangan sekali-kali memosting 5 hal ini.
Akibatnya bisa fatal.
Fatalnya dalam hal apa aja? Penculikan, pedofil, dan bentrok dengan
orangtua lain, dan berbagai hal buruk lainnya. Untuk mencegah hal ini
terjadi, brilio.net mengutip dari Pop Sugar 5 hal tentang anak yang sebaiknya jangan diunggah ke medsos kalau tidak benar-benar harus.

1. Alamat Sekolah.

Kita kadang berpikir bahwa selain di rumah, sekolah adalah salah satu
tempat teraman bagi si kecil. Hal ini memang benar, namun ketika ingin
mengunggah foto anak bermain di sekolah, jangan cantumkan alamat sekolah
atau nama sekolahnya. Kita tidak pernah tahu siapa yang menunggu saat
anak kita tidak berada di bawah pengawasan pengajar. Hal ini berlaku
untuk alamat-alamat tempat tujuan anak lainnya entah tempat les, dan
lain-lain.
2. Foto dengan nama lengkap mereka tertulis jelas.

Anak dengan pakaian sekolah baru memang unyu. Atau nilai A+ memang
sangat membanggakan. Namun kalau bisa, nama anak sebaiknya diburamkan.
Di zaman moderen ini, seseorang bisa mendapat berbagai informasi tentang
orang lain hanya dari sebuah nama. Percuma nggak nunjukin lokasi
sekolah tapi malah nunjukkan nama.
3. Foto anak telanjang.

Anak kalau lagi mandi kadang suka bertingkah gemesin banget kan?
Apalagi kalau udah main busa atau mainan bebek atau gayung sambil
nyerocos nggak jelas. Tapi fotonya lebih baik disimpan untuk album
sendiri aja. Nggak perlu lah diunggah ke medsos. Alasannya? Kayaknya
udah jelas deh alasannya. Orangtua kalau mau upload foto tolong dilihat
apakah foto tersebut dapat disalahartikan sebagai seksual, atau seronok.
4. Foto wajah anak orang lain.

Kita tidak mau kan kalau foto anak atau adik kita disalahgunakan?
Berarti sebaiknya kita juga menghargai privasi orang lain dengan tidak
memosting foto yang mengandung wajah anak mereka.
5. Kejadian apapun yang anak mungkin tidak suka.

Kita cuma perlu menimbang apakah foto yang akan diunggah layak atau
tidak. Sudut pandang dilihat dari si anak. Kalau anak sudah bisa
memutuskan cobalah untuk mempertimbangkan pendapat mereka. Namun jika
anaknya masih balita, coba prediksikan apakah foto itu ke depannya akan
membuatnya malu atau tidak nyaman.
Satu hal yang perlu diingat bahwa internet adalah tempat yang sangat
berguna terutama di zaman sekarang, namun juga bisa menjadi tempat yang
mengerikan kalau kita salah memosting hal yang seharusnya tidak
diunggah.
Sumber : Brilio