Merebus botol susu bayi masih sering dilakukan oleh banyak Bunda,
dengan maksud untuk mensterilkannya. Akan tetapi, penelitian terbaru
menyebut ada bahaya yang tersimpan dari kebiasaan merebus botol susu
bayi untuk mensterilkannya.
Bahaya merebus botol susu bayi yang harus diwaspadai

Bahaya merebus botol susu bayi yang harus diwaspadai. Menurut studi
ini, air panas meningkatkan level bahan kimia berbahaya dari botol
plastik. Ilmuwan menemukan bahwa botol plastik dari bahan polycarbonate
mengeluarkan zat kimia bersifat polutif untuk lingkungan. Zat kimia
polutif ini dilepaskan 55 kali lebih cepat saat botolnya diisi dengan
air mendidih.
Polycarbonate adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk membuat
CD (compact disc), dan botol susu bayi. Plastiknya dibuat dari bisphenol
A (BPA), yakni zat kimia yang diproduksi secara besar-besaran di
seluruh dunia. Lama kelamaan, plastiknya akan larut dalam bahan
mentahnya.
David Santillo, ilmuwan senior di Laboratoriuam Riset Greenpeace di
Exeter mengatakan, “Banyak yang cemas dengan kandungan BPA, karena
sifatnya yang menganggu keseimbangan hormon, bahkan sistem hormon dalam
tubuh hewan juga terpengaruh oleh BPA.”
Penelitian tentang bahaya merebus botol susu bayi

Menggosok botol bayi berulangkali juga berisiko mengeluarkan BPA.
Scott Belcher dari University of Cincinnati College of Medicine,
melakukan sebuah percobaan untuk melihat bagaimana BPA keluar dari
plastik berbahan polycarbonate. Juga pengaruh suhu dan cairan yang
disimpan dalam botol tersebut.
“Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya mengungkap
bahwa mencuci botol bayi bisa membuat zat kimia BPA keluar. Karena
proses menggosok botol, mencuci dan merebus botol bayi yang mengandung
polycarbonate.”
“Kami ingin mengetahui apakah penggunaan botol secara normal bisa
meningkatkan pengeluaran BPA. Juga mengidentifikasi faktor penting dan
apa yang memengaruhi pengeluarannya.”
Scott mengambil botol air minum isi ulang, dan mengujinya selama
tujuh hari. Dengan cara memasukkan air biasa (suhu ruang), kemudian
diganti dengan air mendidih. Dia juga melakukan simulasi penggunaan
botol air minum tersebut dalam kegiatan mendaki gunung, dan kegiatan
outdoor lainnya.
Air mendidih mengeluarkan BPA dari botol 55 kali lebih cepat

Merebus botol susu bayi bisa mengeluarkan zat kimia berbahaya dari
botol tersebut. Percobaan yang dilakukan Scott ini mengungkap, bisphenol
A dikeluarkan dari botol plastik 55 kali lebih cepat jika diisi dengan
air mendidih. Dibandingkan dengan air biasa. Hal ini juga berlaku pada
botol yang direbus.
Hasil percobaan yang diterbitkan di jurnal Toxicology Letters,
menyatakan bahwa air dengan suhu ruangan mengeluarkan BPA dengan kisaran
0,2 – 0,8 nanogram per botol setiap jam. Sedangkan paparan air
mendidih, membuat kisaran ini meningkat menjadi 8-32 nanogram per jam.
David Santillo mengatakan, meski 1 nanogram dianggap jumlah yang
kecil, namun beberapa hormon bekerja dalam jumlah yang lebih rendah dari
itu. Sehingga tetap harus diwaspadai bahayanya. Untuk itulah, perlu
adanya alternatif bahan lain yang lebih aman untuk bayi.
“Bayi berada dalam fase yang sangat sensitif dalam tumbuh kembangnya,
karena itu sebisa mungkin hindari paparan zat kimia yang bisa membuat
hormon pertumbuhannya terganggu,” tegas David.
Sebelum bahan baru untuk pembuatan botol bayi ini ditemukan, ada
baiknya Bunda melakukan tindak pencegahan dengan cara tidak merebus
botol susu bayi. Dan cukup mencucinya dengan air hangat, serta
membersihkan dengan sabun dan spons yang lembut. Semoga bermanfaat.
Sumber : The Asian Parent