
Di bawah ini, selingkuhan disingkat menjadi S, dan istri disingkat
menjadi I. Suatu hari selingkuhan menghubungi sang istri utama via
telepon.
S: Halo, ini istrinya Kevin ya?
I: Iya benar, ini siapa ya?
S: Saya pacarnya. Saya jatuh cinta pada suami anda, dan saya ingin menikah dengannya.
I: Wah, selamat ya! Tapi ini seharusnya urusanmu, buat apa yah telepon saya?
S: *Mulai kesal* Kalau kalian gak bercerai, gimana gw nikahnya?
I: Oh, kalau gitu mohon maaf ya, itu urusan suami saya.

S: Dia juga udah gak cinta, lo masih gak mau cerai?? Jangan egois
gitu lah, udah waktunya lo merelakan dan mengalah sama gw! Kalau gw jadi
lo, pasti udah gw cerain dari kapan- kapan.
I: Oh, kalau soal cerai tak cerai mah urusan saya.
S: Lo bego ya?
I: Siapa di sini yang bego? Coba pikir baik- baik.
S: Lo sengaja gak mau cerai kan, mentang- mentang hidup lo udah enak sekarang… Bagus..
I: Iya, ini kan memang urusan saya, saya gakpapa kok kalau gak cerai,
toh sekarang saya gak rugi apa- apa, saya masih punya uang untuk
membahagiakan hidup. Kok anda yang sewot sekarang?
S: Gw tiap hari berduaan sama suami lo, mesra banget!

I: Itu urusan kalian, gak perlu lapor ke saya. Tapi karena anda sudah
terlanjur lapor, ya saya cuma bisa nasehati, jaga diri sendiri yah,
jangan sampai nanti 'kecelakaan', punya anak lalu gak bisa menghidupi!
S: Siapa bilang gw gak bisa hidupi?
I: Uang suami seluruhnya sudah di tangan saya, meskipun dia
memberikan kamu uang, itu paling cuma senilai receh di mata saya. Cowok
itu yah, kalau sudah terlalu banyak makan nasi, pasti maunya malah makan
mie instan, meskipun sebenarnya ia tahu kalau itu sampah. Cowok memang
sudah kontrol diri, saya sih biarin dulu aja kasih dia sedikit uang
untuk makan sampah, kamu kira dia beneran mau punya anak denganmu?
S: Oke, gw bakal lahirin, liat aja nanti kalau sudah punya anak, lo masih tahan atau gak.
I: Ya tahan lah. Toh yang lahirin kamu, yang susah juga kamu. Kalau
kamu gak takut kehabisan uang, ya bikin saja anaknya, ini gak ada
urusannya sama saya.
S: Jadi lo rela kalau suami lo punya cewek lain?
I: Rela aja kok, orang saya tidak rugi apa pun, semua uang suami saya
ada di tangan, saya malah masih bisa foya- foya dengan uang- uangnya.
*Percakapan selesai*
Bila dibuat menjadi perumpamaan, istri sudah bagaikan mobil pribadi
yang tidak akan dibuang kemana-mana, sedangkan si selingkuhan merupakan
bus umum, yang bila sudah mencapai stasiun, akan ditinggalkan.

Cowok yah, meskipun sudah punya pacar lain atau selingkuhan, pasti tetap akan memberikan uangnya kepada sang istri.
Cowok paling suka memainkan selingkuhan, tapi paling mempercayai istri.
Di dalam kamus pria, selingkuhan sama dengan orang lain, sedangkan istri sama dengan orang sendiri.

Kesimpulannya, seorang pria yang benar- benar mencintai, menyayangi,
dan menghargaimu, pasti tidak akan pernah menjadikanmu selingkuhan, tapi
menjadikanmu istri.
Kamu sebagai wanita seharusnya menjaga diri baik- baik, jangan biarkan dirimu menjadi selingkuhan atau 「orang kedua」.
Jadilah seorang wanita yang menjadi pemeran utama dalam kehidupan orang lain, ini adalah perbedaan antara istri dan selingkuhan.
Semua pria di dunia ini punya sifat yang sama,
Wanita yang pintar tidak akan menjadi selingkuhan, karena yang nantinya disakiti justru hanya diri sendiri.
Sumber: Pixpo