Tinggal di sebuah rumah tua dengan kondisi yang reyot dan sudah tidak
layak huni tak membuat Tirah patah semangat. Tirah adalah seorang
wanita yang sudah tidak muda lagi. Dia tinggal bersama dengan anak
tunggalnya bernama Rasyid. Suami Tirah sudah meninggalkan dirinya
terlebih dulu ke pangkuan Tuhan. Masih ada yang mengganjal di hati bahwa
Rasyid, titipan Tuhan satu-satunya adalah seorang difabel. Rasyid tentu
tidak dapat membantu banyak ibunya yang sudah tua ini.

Rumah yang ditempati Tirah dibangun di tanah milik desa, sudah lebih
dari 7 tahun menempati rumah tersebut. Kadang rasa was-was selalu ada di
benak mereka. Apa yang akan mereka perbuat ketika pihak desa tidak
mengizinkan mereka tinggal di sana lagi, ke mana mereka akan mencari
pengganti rumah itu. Jangan harap menyewa sebuah rumah, untuk makan saja
mereka mengalami kesulitan.
Maka dari itu, selagi mereka diperbolehkan tinggal di tanah itu,
mereka selalu berusaha menjaga tanah itu dengan menanam tanaman herbal.
Sehingga tanah selalu terawat dan subur. Hasil dari tanaman herbal
seperti kencur memang tidak seberapa. Tapi Tirah dan Rasyid tidak
mempedulikan hasil tersebut. Sehari-hari Tirah berjualan sayur pecel di
desa itu. Apapun yang masih dapat mereka kerjakan untuk memperpanjang
kehidupan, mereka akan menjalani tanpa mengeluh.

Tirah juga ahli membuat jajanan kue basah, kadang ada tetangganya
yang meminta bantuan untuk membuat kue pisang. Tirah tidak pernah
mematok harga kue yang dia buat dengan susah payah. Hanya diberi Rp
20,000 saja dia sudah sangat bersyukur, bagi Tirah, pesanan kue pisang
itu adalah rezeki dari Tuhan yang patut dia syukuri. Berusaha ikhlas
menerima kehidupan yang getir adalah cara Tirah berdamai dengan keadaan.
Tirah masih dapat melihat anak tunggalnya tumbuh dengan sehat walaupun
mempunyai kekurangan.
“Kalau saya lagi sholat, saya kepikiran punya anak cuma satu. Gimana
jika saya sudah tidak ada? Rumah gak punya, mau tinggal dimana? Apalagi
anak saya gak bisa kerja karena kondisinya tidak normal”, ucap Tirah
dengan nada prihatin. Begitu juga doa sang anak, Rasyid yang ingin
membahagiakan ibunda tercinta sebelum Tirah dipanggil Tuhan. Tugas
manusia menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan dan percaya Tuhan
selalu siap menolong umat-Nya. Semoga doa-doa Tirah dan Rasyid
dikabulkan oleh Tuhan dan mereka diberi kebahagian. Amin.
Sumber : Youtube