Anak muda masa kini tidak puas hanya mendapat penghasilan dari
gajinya sebagai karyawan. Mereka ingin menjadi bos untuk diri sendiri
dan membuka usahanya sendiri. Tapi beberapa dari mereka nekat tanpa
mendalami bisnis yang akan dijalani terlebih dulu. Kisah ini diambil
dari sebuah cerita anak muda di Thailand.

Pria muda ini terlihat mapan dan sukses di perusahaan tempatnya
bekerja. Meski sudah terlihat sukses namun pria ini malah memilih untuk
mengundurkan diri dan bertekad untuk membuka usaha makanan. Bukannya,
bekerja sambil merintis usaha tersebut dia malah langsung memutuskan
untuk meninggalkan pendapatan utamanya itu.
Ternyata dia ingin meneruskan kedai mie baso yang pernah dijalani
oleh ayahnya. Dulu, kedai ayahnya terbilang sukses, banyak pelanggan
yang selalu membeli mie buatannya. Di hari pertama buka, pria ini sangat
bersemangat menanti pembeli pertamanya. Sayangnya, tepat di depan kedai
mie baso miliknya, sudah ada restaurant mie baso juga yang terkenal dan
ramai pembeli.
Melihat hal itu, pria ini sedikit kecewa dan lemas. Namun, dia tetap
berharap sepenuh hati suatu hari kedainya juga akan dipenuhi dengan
pembeli yang akan menjadi langganannya. Nahas, setiap hari kedai mie
baso itu dibuka, tidak ada seorang pun yang membeli. Padahal semua usaha
marketing sudah dilakukan olehnya.

Suatu hari ada seorang bapak yang bertanya kepada pria muda ini,
“Hei, apakah kamu memiliki tempat parkir?” Dengan semangat, pria muda
langsung menunjukkan tempat parkir dan kembali ke kedai mie baso untuk
menyiapkan pesanan bapak itu.
Namun, siapa sangka bapak itu hanya meminjam tempat parkir untuk
pergi ke restoran di seberang kedainya. Sedih dan kesal, sampai kapan
hal ini akan berlanjut. Sampai karyawan yang dia gaji, mengundurkan diri
dan pindah ke restoran seberang. Setiap hari, pembeli yang datang hanya
satu sampai dua orang saja itu pun termasuk ibunya. Merasa putus asa,
dia mengingat kembali apa yang membuat mie baso buatan ayahnya dibeli
banyak orang. Sambil menangis dia teringat apa yang dulu pernah
dikatakan ayahnya.
Ternyata, dulu ayahnya membuat mie bukan hanya enak saja tapi dia
membuat dengan penuh kasih terhadap sesama. Dia percaya setiap orang
akan diberi berkat masing-masing, dia tidak terlalu memaksakan dirinya
agar jualannya laku.
Sumber : Youtube