Merawat bayi kembar tanpa babysitter adalah sebuah pengalaman yang
hebat sekaligus menakjubkan. Hebat karena kita sebagai orangtua,
terutama sang ibu, harus berhadapan dengan seabrek tugas dan tentu saja
harus diselesaikan untuk bisa tetap survive.
Tak hanya ibu, si ayah pun harus siap mental, tenaga, dan yang pasti finansial yang mencukupi untuk membesarkan bayi kembarnya.
Berat memang merawat anak kembar baru lahir jika hanya dilakukan
berdua, ayah dan ibu, tanpa bantuan babysitter. Tapi, dengan mengetahui
triknya, merawat si bayi kembar justru menjadi tantangan hidup yang
asyik dan menyenangkan.
Merawat Bayi Kembar Tanpa Babysitter yang Asyik dan Menyenangkan

Terasa cukup ribet memang merawat bayi kembar, terlebih tanpa bantuan
seorang babysitter. Tapi tak ada salahnya di zaman yang serba mahal
seperti saat ini, kita menghemat pengeluaran uang kebutuhan hidup,
termasuk mengurus bayi kembar secara mandiri tanpa menyewa babysitter.
Tak semua orangtua mampu memanfaatkan jasa babysitter untuk meringankan beban merawat bayi kembar hasil cinta ayah dan ibunya.
Bagi ayah dan ibu yang memiliki bayi kembar tetapi tak mampu
menyewa babysitter, sebenarnya tanpa dibantu babysitterpun, kita bisa
merawatnya sendiri. Bahkan dengan perawatan langsung dari ibu
kandungnya, si anak tersebut akan tumbuh berkembang lebih baik.
Berikut ini cara merawat si kembar yang baru lahir tanpa bantuan babysitter.
1. Rawatlah dengan Berbagi Tugas antara Suami dan Istri

Merawat si kembar harus dipersiapkan matang-matang sejak masih di
dalam kandungan. Saat mengetahui janin dalam kandungan istri Anda lebih
dari satu, Anda dan istri harus mulai mendesain segala sesuatunya secara
cermat.
Tak hanya mempersiapkan biaya persalinan dan perlengkapan bayi,
tetapi juga seorang ayah dan ibu harus juga berkomitmen berbagi tugas
untuk merawatnya nanti setelah si kembar lahir.
Untuk lebih meringankan tugas merawat si buah hati kembar, rawatlah
mereka bergantian oleh si ayah dan ibunya. Contohnya saat yang satu
dimandikan oleh ibunya, satu lagi digendong oleh ayahnya, lakukan
bergantian.
Jika masih mampu dilakukan berdua, ya lakukanlah, jangan merepotkan orangtua sendiri, apalagi ibu mertua.
Tapi, bila memang sudah tak mungkin dilakukan berdua untuk mengurus
si kembar, barulah pertimbangkan untuk meminta bantuan orangtua kita
atau pembantu/babysitter, apalagi memiliki bayi kembar lebih dari dua.
Intinya, walaupun kata ‘ribet’ dan ‘repot’ tak bisa dihindari, namun
jika lakukan dengan ikhlas dan senang hati, merawat si kembar tentu saja
akan terasa ringan.
Jangan beranggapan semua aktivitas mengurus si kembar seperti
menyusui, menidurkan, memandikan, menyuapi, dan mengasuh sebagai
pekerjaan, sebab hal itulah yang akan menyebabkan si ibu terbebani.
Yang pasti, lakukan semuanya dengan serius tapi santai, tetapi tenaga
yang ekstra harus tetap dipersiapkan. Makanlah secara teratur supaya
kita tetap siap siaga dan tak mudah lelah merawat mereka, terlebih saat
si kembar sedang rewel. Jadi, jaga selalu kesehatan Anda dan suami.
2. Mandikan dalam Waktu yang Sama Tapi Bergantian

Umumnya, bayi kembar selalu diperlakukan sama atau secara
berbarengan, itu bila dilakukan tidak seorang diri, dibantu orangtua
atau babysitter misalnya.
Tapi bila tak ada yang membantu, tak ada salahnya para
orangtua merawat bayi kembar secara bergantian karena bila merawatnya
secara bersamaan, dipastikan akan kerepotan bila tak ada yang membantu.
Bagaimana saat memandikannya? Memandikan bayi kembar secara bersamaan
bisa-bisa saja dilakukan. Tapi ketika bayi kembar masih dalam usia 0 – 6
bulan dan tubuhnya masih rentan, apalagi tanpa bantuan babysitter,
solusinya adalah mandikan saja secara bergantian.
Bagaimana caranya? Mulailah memandikan bayi yang satu dulu, sementara
yang satu lagi tidurkan di tempat tidur bayi jika memang tak ada yang
membantu.
Bila ada yang membantu, misalnya suami Anda sedang libur kerja, si
bayi yang satu bisa dititipkan kepada si ayah. Lakukan bergantian
seperti itu setiap hari.
Nah, ketika si bayi sudah mampu duduk, boleh-boleh saja kita
memandikannya bersamaan, tetapi tetap jangan dilakukan sendiri oleh
ibunya saja. Mintalah bantuan orangtua, ibu mertua, atau suami bila
memang sedang libur bekerja atau di hari libur.
3. Memakaikan Pakaian

Sesudah memandikan secara bergantian, selanjutnya pakaikan pakaian
atau baju hingga tuntas dan rapi. Tentu dilakukan juga secara
bergantian.
Setelah benar-benar terlihat rapi, si ibu bebas menyimpan si bayi ke dalam boks bayi ataupun digendong sang ayah.
Lalu, apakah bajunya harus sama? Baju untuk bayi kembar tidak harus
semuanya sama, karena bagaimana pun, bayi kembar itu tetap memilki
perbedaan, individu yang berbeda.
Jadi, jika yang satu memakai baju kuning, yang satu lagi pakaikan
baju warna biru atau warna lainnya. Hal ini untuk membiasakan perbedaan
kepada keduanya dan juga untuk lebih mengenal mana kakak dan mana
adiknya.
4. Menyusui Bayi Kembar

Menyusui si kembar adalah salah satu aktivitas merawat bayi kembar
yang cukup melelahkan dan harus dibantu oleh orang lain, dalam hal ini
suami, orangtua, sampai pembantu.
Pemberian ASI eksklusif 6 bulan penting sekali dilakukan kepada bayi
kembar. Dengan menerapkan manajemen laktasi yang bagus, ASI yang
dikeluarkan dijamin akan mencukupi bayi kembar.
Menyusui bayi kembar bisa dilakukan bersamaan atau bergantian. Jika tak ada yang membantu, menyusui dilakukan secara bergantian.
Bila diperlukan, siapkan ASI perah yang nantinya diberikan kepada
salah satu bayi oleh suami ataupun orangtua, sementara si ibu menyusui
bayi yang satunya lagi.
Mudah bukan menyusui bayi kembar tanpa bantuan babysitter? Cukup meminta bantuan suami, orangtua, atau ibu mertua saja.
5. Menyuapi Makan

Setelah melewati usia 6 bulan, bayi kembar sudah mulai bisa diberi
makanan pendamping ASI atau MPASI. Nah, untuk menyuapi makan, lebih baik
lakukan bersamaan dengan menyiapkan makanan pada piring masing-masing
bayi.
Tanpa bantuan pembantu, Anda bisa menyuapi keduanya bergantian, apalagi jika si kembar sudah mampu duduk di kursi makan bayi.
Tapi bila belum terbiasa menyuapinya sendiri, mungkin bisa minta bantuan orang di rumah untuk menyuapi bayi yang satunya.
Yang tak kalah pentingnya adalah hadirkan suasana makan yang
menyenangkan agar si bayi kembar makan dengan lahap, sehingga masalah
susah makan pada bayi bisa dihindari di masa datang.
6. Menggendong Bayi Kembar

Menggendong bayi kembar tak hanya melelahkan dan merepotkan, tetapi
bahaya juga bagi keselamatan si bayi. Kenapa tak pakai stroller saja?
Stroller adalah salah satu peralatan bayi yang sangat bermanfaat,
karena dengan stroller ini, si ibu bisa lebih mudah membawa bayi
kembarnya ke mana pun bepergian.
Untuk si kembar, stroller terbagi atas 2 jenis, yakni model
berdampingan (tempat duduknya sama-sama menghadap ke depan) dan model
tandem (tempat duduknya berjajar depan dan belakang).
Anda pilih yang mana? Untuk memilihnya, sebaiknya pilih sesuai dengan
kenyamanan serta kebutuhan si kembar, termasuk ibunya juga.
Kunci sukses dan berhasilnya orangtua merawat si kembar yaitu
bagaimana mereka sukses mengatur waktu tidak sampai kerepotan, tidak
babak belur.
Jika si bunda dan ayah sampai letih, si kembar pasti tak akan nyaman
diasuh oleh orangtuanya, karena ketidakcermatan dan tidak sigap akibat
kelelahan.
Bila ayah dan bunda sudah mampu menyesuaikan diri sekaligus jago
merawat bayi kembar tanpa kehadiran babysitter, dijamin deh merawat si
kembar tidak ada bedanya seperti merawat 1 bayi. Tetap semangat ya
mengurus si kembar!
Sumber: Penulispro.com