Apakah kamu sedang mengeluh dengan beratnya pekerjaanmu? Apakah kamu
sedang mengeluhksn betapa membosankannya pekerjaanmu? Jika iya, maka
kamu harus baca berita yang satu ini. Jika kamu memiliki pekerjaan yang
normal selayaknya manusia pada umumnya, maka berbeda dengan pekerjaan
yang satu ini. Bayangin aja, pria ini rela jadi ojek untuk memenuhi
biaya hidupnya. Eits, bukan ojek sembarangan ya. Pria ini menjadi tukang
ojek yang penumpangnya khusus orang-orang yang sudah mati, alias ojek
jenazah.

Dunia saat ini memang semakin sulit. Dengan jumlah penduduk yang
semakin banyak, wilayah dan lahan yang semakin sempit, dan sumber daya
alam yang semakin sedikit memang membuat banyak orang harus berpikir
keras untuk bagaimana caranya bertahan hidup dan mendapatkan uang untuk
melanjutkan hidup. Tak heran banyak orang yang kemudian mengambil atau
menjalani pekerjaan-pekerjaan yang “nggak masuk akal” demi mengumpulkan
uang-uang tersebut.

Seperti baru-baru ini, beredar sejumlah foto yang berisi gambar
jenazah yang diantarkan ke pemakaman dengan menggunakan jasa ojek. Emang
sih jenazah harus diantar ke pemakaman. Namun cara mengantarkan jenazah
yang anti-mainstream ini membuat kita tak pelak lagi mengernyitkan
kening sekaligus merinding. Bukan dengan mobil seperti biasanya, atau
diangkut menggunakan keranda dan diantar dengan berjalan kaki seperti di
Indonesia. Ojek jenazah harus mengantarkan mayat hingga ke tempat
pemakamannya. Agar tidak jatuh, jenazah tersebut kemudian diikat dengan
kawat, dan dibungkus dengan kain.

Foto yang menjadi viral tersebut disebarkan lewat media sosial
facebook oleh pengguna bernama PK Kasrim. Dalam foto terlihat jenazah
didudukkan di belakang, dan lalu diantarkan ke pemakaman. Menurut Kasrim
pengemudi ojek jenazah tersebut memilih cara ini untuk mendapatkan uang
tambahan. Bahkan kejadian yang sebenarnya terjadi di Kongo ini juga
sudah jadi hal yang biasa di Kongo. Alasannya adalah banyak keluarga
yang tak sanggup menyewa mobil ambulans, atau mungkin ingin menghemat
biaya pengurusan jenazah.
Profesi sebagai tukang ojek jenazah ini juga sudah banyak digeluti
oleh banyak pemuda di Afrika, hal ini karena layanan ojek jenazah
memberikan keuntungan yang lebih. Bahkan ojek jenazah juga dianggap
memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan membonceng manusia
hidup.
Pada akhirnya keadaanlah yang menuntut profesi ini untuk ada dan
berkembang, lalu ditekuni oleh masyarakat Kongo. Terlepas dari banyaknya
perdebatan netizen yang meributkan hal ini, selagi kegiatan ini masih
tidak memiliki masalah dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Afrika,
tentu saja hal ini tak perlu dipermasalahkan lebih jauh. Meski begitu,
keberadaan ojek jenazah ini menjadi pertanda yang cukup mengkhawatirkan
terkait kemiskinan dan minimnya kesejahteraan sosial di Kongo.
Sumber : Yukepo