Kehadiran seorang bayi dalam rahim membawa perubahan besar di tubuh ibu. Selama sembilan bulan, tubuh ibu berangsur berubah untuk menyesuaikan beban bayi. Demikian pula hormon selama kehamilan yang turut memengaruhi perubahan tubuh ibu.
Setelah melahirkan, tubuh ibu tidak bisa langsung berubah ke bentuk semula sebelum kehadiran bayi. Dan butuh proses bahkan perjuangan panjang untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil.

Apa saja perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu?
Setidaknya ada 8 perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu. Namun Moms tak perlu khawatir, meskipun terlihat aneh, tetapi hal ini termasuk wajar.
#1 Rambut rontok.
Setelah melahirkan, Ibu mungkin sadar bahwa rambut menjadi rontok parah. Hal ini terjadi akibat lonjakan estrogen.
"Karena rambut di kepala kita tumbuh dalam siklus 90 hari, rambut rontok ini (disebut 'postpartum effluvium') terjadi tiga bulan setelah melahirkan," kata Dr. Allison.
Jika Ibu menyusui, bila kadar estrogen sangat rendah, kondisi ini bisa berlangsung lebih lama lagi. Setelah Ibu selesai menyusui, rambut akan tumbuh lebat kembali.
#2 Payudara Membesar.
Kondisi payudara setiap perempuan berbeda, begitupula dengan perubahan yang mereka alami saat hamil dan setelah melahirkan. Yang pasti, setelah bayi lahir payudara akan berubah menjadi lebih besar, karena berisi ASI.
Bagi ibu yang tidak menyusui, kemungkinan bentuk payudara mereka akan segera kembali ke bentuk semula. Namun bagi ibu menyusui, payudaranya mungkin akan lebih penuh. Memilih bra yang tepat adalah cara yang bagus untuk memastikan kenyamanan Anda
#3 Muncul bintik-bintik di wajah
Mungkin, bila Ibu mengalami kemerahan atau timbulnya jerawat di wajah ketika hamil, hal ini sebagian besar disebabkan oleh hormon ekstra. Untungnya, kondisi kulit akan mulai membaik seiring dengan sistem kerja hormon yang kembali normal.
Jika Ibu menggunakan masker wajah selama kehamilan akibat masalah pigmentasi gelap pada wajah seperti bintik-bintik kecil pada pipi dan dahi, setelah melahirkan kondisi ini akan memudar perlahan.
"Mungkin diperlukan waktu hingga dua belas bulan, namun perubahan warna akan hilang seluruhnya, selama Ibu melindungi kulit dengan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi saat berada di luar rumah.," kata Dr. Renee Allen, seorang OB / GYN di Snellville, Georgia.
#4 Pusar tak lagi bodong.  
Perut hamil yang sedang berkembang mungkin membawa perubahan besar pada bagian pusar Ibu. "Bagi banyak ibu hamil, umbilikus 'muncul' karena tekanan rahim di belakangnya," kata Dr. Allison. Setelah melahirkan, saat rahim menyusut, pusar juga akan masuk lagi."  Dalam kebanyakan kasus, perubahan ini memakan waktu sekitar enam minggu.
#5 BAB Lebih Lancar.
Aduh senangnya, apalagi jika membayangkan mungkin beberapa ibu jadi sulit buang air besar hingga menderita sembelit. "Hormon kehamilan dapat memperlambat sistem pencernaan, seperti juga obat nyeri yang diberikan kepada banyak ibu baru selama dan setelah melahirkan," kata Dr. Renee.
Untuk membantu memudahkan BAB, ia merekomendasikan untuk minum banyak air, makanan berserat tinggi seperti buah dan sayuran serta minum obat pelunak tinja.
#6 Mengompol Ketika tertawa atau bersin.
Tertawa atau bersin terlalu keras akan membuat Ibu lebih mudah mengompol. Postpartum, otot dasar panggul Ibu telah melemah, menyebabkan kita mengeluarkan air kencing.
Otot panggul mengalami berbagai tekanan selama kehamilan, tubuh bayi membuatnya meregang dan menjadi lebih lemah. Hal ini akan membuat ibu mudah ngompol, atau pipis tak terkendali. Setiap kali Bunda tertawa, batuk, loncat, atau bersin, akan keluar cairan seperti pipis dalam jumlah sedikit.
Kebiasaan ini akan menghilang dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. Bagi ibu yang pernah melahirkan bayi secara normal beberapa kali, hal ini mungkin akan berlangsung lebih lama. Menggunakan panty liners bisa membantu Bunda agar tidak terlalu sering ganti celana.
#7 Buang Angin tak tertahankan
Salah satu efek samping persalinan adalah mengeluarkan banyak gas, terutama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. "Selama persalinan per vaginam, Ibu meregangkan jaringan perineum dan terkadang bahkan bisa berakhir dengan air mata kecil ke otot sfingter anus yang dapat menyebabkan inkontinensia anal," Dr. Renee.
Mengatasi kebocoran urin, rutinlah melakukan latihan dasar panggul. Perhatikan juga pola makan, karena beberapa makanan kaya serat dapat memperburuk kondisi ini. Sebelum mengurangi atau membatasi makanan tertentu, tanyakan kepada dokter lebih dulu.
#8 Ukuran kaki bertambah.
Jika Ibu salah satu pemilik kaki mungil, apabila selama kehamilan ukuran kaki bertambah besar jangan kaget, ya. "Seiring bertambahnya usia, kaki kita menjadi lebih datar dan bisa bertambah besar," kata Dr. Jennifer.
Faktor pada kehamilan, saat tubuh Ibu menahan lebih banyak air, kemungkinan kaki akan bertambah ukuran. "Ada perubahan hormonal dan cairan utama selama periode postpartum, dan tambahan darah serta cairan yang mendukung kehamilan," catat Dr. Renee.

Sumber: Ayah Bunda