Polisi telah mengamankan Remaja berinisial S (16) karena menghina dan mengancam Jokowi melalui video.
"Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya
lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia
ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," ujar Argo di Mapolda
Metro Jaya.
Menurut Argo, S telah menyesali perbuatannya dan tak menyangka perbuatannya akan menjadi masalah hukum.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Remaja tersebut tidak ditahan pihak kepolisian karena telah menyesali perbuatannya.
Video permintaan maaf bersama ayahnya juga kembali viral dan sempat diunggah oleh akun Instagram @warung_jurnalis.
Dalam video tersebut ayah dari S meminta maaf atas kenakalan anaknya kepada Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia.
S juga menambahkan bahwa ia juga meminta ampun atas perbuatannya tersebut.
Berbagai tokoh juga turut berkomentar atas tidak ditahannya pemuda ini.
Politikus Andi Arief menganggap polisi memberikan perlakuan yang berbeda terhadap anak yang menghina Jokowi.

"Saya sudah duga akan ada perlakuan berbeda dari polisi thdp anak
muda yang memaki Jokowi. Menurut istilah namanya segregasi. Segregasi
adalah pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa. Segregasi
merupakan bentuk pelembagaan diskriminasi yang diterapkan dalam struktur
sosial," tulis @AndiArief__
Sedangkan Rustam Ibrahim memberikan komentar bahwa jika orang yang bersalah tentu harus dihukum.
"Meskipun anak yang mengancam akan menembak Presiden Jokowi
mengatakan ucapannya iseng, lucu2an, masih di bawah umu dan menyesali
perbuatannya, tentunya harus tetap diproses hukum dan diadili. Kalau
salah ya tentu dihukum, dengan mempertimbangkan umurnya
@DivHumas_Polri," ujar akun @RustamIbrahim.
Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 19 detik di akun Instagram @jojo_ismayaname yang mendadak menjadi viral.
Dalam video tersebut, terlihat pria yang bertelanjang dada berteriak-teriak sambil memegang foto Presiden Jokowi.
Sambil menunjuk-nunjuk ke arah foto Jokowi, ia melontarkan kalimat
berisi hinaan, ujaran penuh kebencian, dan ancaman pembunuhan terhadap
Jokowi.
Sumber: Tribun