Ingatkah kamu akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang tuamu? Apa saja yang telah mereka ajarkan pada kita selagi kita masih kecil? Apa peran mereka hingga kamu bisa menjadi seperti sekarang ini?
Dalam film pendek ini menceritakan tentang seorang ibu yang memiliki anak laki-laki. Anak laki-lakinya itu sudah bekerja dan cukup berhasil sehingga pada suatu hari ia membelikan sang ibu sebuah smartphone. Dia mengatakan kalau dengan kecanggihan ponsel ini jarak dan waktu tidak akan memisahkan mereka. Dengan video call mereka bisa bertatap muka.

Tentu saja hal ini membuat sang ibu senang bukan kepalang. Bagaimana tidak? Sebenarnya dia berharap anaknya tetap di rumah namun kondisi tidak mendukung. Pada suatu hari, sang ibu sangat merindukan putranya itu, kemudian dia membuka laci dan mengambil foto anaknya. Dia mengusap-usap foto tersebut.

Tiba-tiba dia teringat akan perkataan anaknya kalau ponsel canggih itu bisa mempertemukan mereka. Sang ibu langsung mengambil ponselnya kemudian memandanginya dengan kebingungan katanya,”Anakku, anakku..Kamu dimana? Kok tidak kelihatan?” lanjutnya “Mengapa layarnya gelap terus? Jangan-jangan rusak?”

Akhirnya sang ibu membawa ponsel itu ke toko HP dan menanyakan apakah ponselnya itu rusak atau tidak. Setelah dicek si pegawai toko itu mengatakan kalau ponselnya baik-baik saja dan tidak ada masalah.

Kemudian sang ibu kembali bertanya,”Lalu mengapa anakku tidak pernah muncul di layar ponsel ini? Dia bilang ketika rindu bisa bertatap wajah dengan menggunakan ponsel ini?” Kemudian sang ibu kembali ke rumah.
Yang kita lakukan selama ini adalah hanya memberikan barang-barang mahal ketika kembali ke rumah orang tua, tapi apakah kamu juga memberikan rasa hormat dan kasih sayang untuk membalas jasa mereka? Orang tuamu tidak membutuhkan barang mewah, yang mereka butuhkan adalah perhatian yang kau berikan. Teleponlah mereka dan tanyakan kabar mereka, itu sudah cukup bagi orang tua. Yang mereka inginkan adalah mendengar suaramu.

Jauh di lubuk hatinya yang terdalam sebenarnya mereka sangat merindukanmu namun mereka takut kamu marah kalau mereka sering menelepon sehingga mereka yang sabar menunggu telepon darimu. Dulu waktu kamu kecil mereka memberikan waktunya untukmu, sekarang giliran kamu yang memberikan waktumu untuk mereka.
Sumber : mhgoodtimes