Aneh tapi nyata, tanpa sadar kita justru lebih sering menyakiti orang
yang paling kita sayangi. Menyakiti perasaan mereka melalui perkataan
dan perbuatan kita.
Sang suami sedang mengajarkan istrinya untuk menyetir mobil. Suaminya
begitu tenang dan sabar ketika mengajarkan sang istri yang tidak
bisa-bisa. Dia bahkan menasihati istrinya untuk pelan-pelan dan
berhati-hati agar terhindar dari celaka atau bahaya.

Namun lama kelamaan kesabaran dari suaminya semakin menipis. Suaranya
mulai keras dan tinggi hingga pada akhirnya dia berteriak pada istrinya
yang masih juga belum bisa menyetir mobil,”Kamu dari tadi mendengarkan
tidak sih? Atau masuk kuping kiri keluar kuping kanan? Diajarin nggak
bisa-bisa? Otaknya ditaruh dimana sih? Kamu tidak bisa ingat apa yang
saya ucapkan ya?”

Istrinya
pun langsung menangis mendengar teriakan dari suaminya. Melihat
istrinya menangis, sang suami pun menghela nafas ke udara. Di benaknya
teringat kalimat terakhir yang dia ucapkan,”Kamu tidak bisa ingat apa
yang saya ucapkan ya?”

Sang suami pun tertampar oleh kalimatnya sendiri. Dia sendiri
bukankah tidak bisa mengingat apa yang dulu dia pernah ucapkan saat di
pelaminan? Janji apa yang dulu dia ucapkan di hadapan keluarga dan para
tamu undangan?

“Aku
berjanji akan membuatnya bahagia baik di kala senang maupun susah.”
itulah kalimat janji yang diucapkan para suami ketika mengikat janji
suci. Namun apa yang telah ia perbuat saat ini?

Menyadari
hal itu akhirnya sang suami pun meminta maaf pada istrinya. Meskipun
ini hanyalah sebuah iklan, namun pesan moral yang terkandung di dalamnya
sangat menampar perbuatan yang sering kita lakukan. Kita melakukan itu
semua tanpa sadar karena kita sudah dibelenggu oleh emosi. Apa yang
sudah kita ucapkan tidak bisa ditarik kembali. maka dari itu berpikir
dulu sebelum berbicara.
Sumber : Youtube