Pada tahun 2010, Chris Norton yang berusia 18 tahun terdaftar sebagai mahasiswa baru Luther College di Iowa. Hingga pada tanggal 16 Oktober, saat bermain American football, dia mengalami kecelakaan yang menyebabkan leher dan punggungnya cedera, sehingga tubuhnya dari leher ke bawah pun mengalami kelumpuhan.
Chris hanya bisa terbaring di tanah dan meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, dia tetap tidak bisa bangkit berdiri. Dia pun kemudian segera dilarikan ke Mayo Clinic yang terletak di Rochester dan didiagnosa mengalami cedera tulang belakang C3-C4.
Dokter mengatakan bahwa hanya ada kemungkinan sebesar 3% saja bagi Chris untuk bisa menggerakkan kembali tubuhnya dari leher ke bawah. Meskipun Chris sedih, namun dia tidak ingin menyerah pada nasib, "Walaupun hanya 3%, namun aku akan menjadi yang 3% itu!"
Dengan semangat pantang menyerah, lima minggu kemudian Chris berhasil mengembalikan respon tubuh bagian atas. Satu tahun kemudian dia sudah mampu berdiri meskipun dengan bantuan orang lain. Pada tahun 2011 dia kembali ke rumahnya di Iowa dan juga kembali ke sekolah untuk belajar. Namun, keadaan saat itu sudah sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya. Selain keadaan tubuhnya yang sudah tidak seperti dulu lagi, hal yang paling dia khawatirkan adalah tidak ada gadis yang mau menjadi pendamping hidupnya.
"Aku ingin memiliki pendamping hidup dan juga ingin menjadi seorang ayah, tetapi aku tidak ingin menjadi beban bagi orang lain." Chris pun menunggu datangnya seseorang yang mampu membuatnya merasa hidup dan yang mau menghabiskan sisa hidup bersamanya. Dia tidak menyangka bahwa pada bulan Agustus tahun 2013, dia bertemu dengan seorang gadis bernama Emily di internet yang berkuliah di Iowa State University di Internet dan keduanya pun saling jatuh cinta.
Belum lama berhubungan, Chris mengatakan pada Emily bahwa dia ingin berjalan sendiri ke atas panggung untuk mengambil ijazah pada acara wisudanya. Mengetahui itu, Emily pun mundur dari pekerjaannya saat itu di panti asuhan remaja dan sengaja datang untuk mewujudkan keinginan Chris.
Pada hari wisuda, Chris benar-benar naik ke panggung untuk menerima sendiri ijazahnya. Lebih dari 3.000 orang yang hadir termasuk di dalamnya para lulusan lain, guru, dan juga teman-temannya pun bersorak padanya. Rekaman kejadian mengharukan ini, setelah diunggah ke internet, hingga kini telah menarik lebih dari 300 juta penonton. Chris berkata dengan penuh semangat, "Jika tidak ada Emily, aku mungkin tidak bisa melakukannya."
Hal yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa di malam hari sebelum wisuda, Chris sudah melamar kekasihnya dan berjanji untuk berjalan bersama di hari bahagia mereka kelak.
Akhirnya pada tanggal 21 April tahun ini, Chris dan Emily pun menggelar pernikahan di Florida. Saat mengucapkan sumpah pernikahan, Chris memang duduk di kursi roda, namun setelah upacara selesai, dengan bantuan pengantin wanita dia pun berdiri dan menyusuri jalan yang panjang di antara kursi-kursi tamu bersama-sama.
Chris pun mengupayakan itu semua dengan mengikuti rehabilitasi, dia mengatakan dengan tegas, "Aku harus memegang tangan istriku dan melangkah bersama di karpet merah."
Sekali lagi, di hadapan 200 orang tamu, Chris kembali membuat keajaiban. Baginya, gadis yang ingin dia cintai dan sayangi seumur hidup itu adalah sebuah anugerah terbesar dalam hidupnya.
Selain pengalaman mengharukan tersebut, Chris dan keluarganya ternyata juga mendirikan sebuah yayasan bernama SCI CAN Foundation yang bergerak untuk membantu sesama penderita cedera tulang belakang. Yayasan ini sudah menggalang dana hingga mencapai total 7 milyar rupiah. Setelah lulus kuliah, Chris pun menjadi motivator di banyak tempat untuk mendorong mereka yang sedang terpuruk.
Setelah menikah, Chris dan Emily mengadopsi lima anak asuh yang berusia kurang dari 8 tahun. Chris mengatakan bahwa inilah yang selalu diinginkan oleh sang istri. "Dia memiliki hati yang baik dan penuh kasih."
Kini, Chris sedang mempersiapkan buku pertamanya, dan berencana untuk membuat sebuah film dokumenter mengenai kisah hidupnya yang berjudul “7 yards”. Judul film ini diambil dari pengalaman masa lalunya saat bermain di lapangan yang sempat berlari sepanjang tujuh yard (sekitar 6,4 meter) sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Sumber: YouTube