Masih ingatkah kalian masa-masa ketika bersekolah dulu? Setelah lulus dan beranjak dewasa, banyak dari kita yang kemudian hilang kontak dengan dengan teman-teman sekolah, sehingga kita pun tidak tahu lagi bagaimana kehidupan yang mereka jalani sejak saat itu. Satu-satunya kesempatan untuk mengetahui perkembangan kondisi kehidupan mereka adalah pada saat reuni. Selain itu, reuni juga terkadang dijadikan ajang untuk memamerkan keberhasilan yang telah dicapai. Begitu pula dengan pria di dalam film pendek yang akan kita bahas ini.
Orang-orang di dalam film pendek ini berkumpul kembali setelah 5 tahun berlalu. Terlihat pada awal film, seorang pria yang akrab dipanggil “kakak ketiga” adalah orang yang tiba pertama di ruangan. Beberapa saat kemudian, datang seorang pria lain yang bernama Kun. Namun, saat Kun akan duduk di samping “kakak ketiga”, dia malah diusir oleh “kakak ketiga” dengan alasan kursi di sampingnya itu sudah ada orang yang duduk. Kun pun kemudian disuruh duduk di pojok ruangan.
Ternyata, “kakak ketiga” adalah manajer sebuah perusahaan. Setelah itu, satu per satu orang lain pun mulai berdatangan dan dapat terlihat bahwa sebagian besar orang-orang yang datang memilih untuk menduduki kursi-kursi yang dekat dengan “kakak ketiga”, sedangkan Kun hanya duduk sendirian di pojok ruangan. Hanya ada seorang pria berbaju hijau saja yang kemudian menghampiri dan menyapa Kun.
Tak berapa lama kemudian, pria yang disapa “ketua kelas” pun datang. Melihat Kun yang duduk di sudut ruangan, dia pun kemudian bertanya, "Siapa yang membuat bos besar kita duduk di sudut ruangan?" Semua orang, termasuk “kakak ketiga” pun seketika terkejut dan kemudian mengarahkan pandangan mereka pada “ketua kelas”. Ternyata Kun adalah direktur sebuah perusahaan!

Ketika semua orang mendengar berita mengejutkan itu, mereka pun mengarahkan pandangannya pada Kun. Setelah itu, orang-orang yang hadir pun mulai menghampiri Kun untuk mengajaknya bersulang. Kun yang merasakan bahwa teman-teman sekolahnya itu mulai “menjilat” pun langsung mengundurkan diri dengan alasan ada urusan lain. Sebelum pergi, dia sempat mengatakan kepada teman berbaju hijau yang duduk di sampingnya, "Kalau ada apa-apa di masa depan, cari aku saja. Masalahmu adalah masalahku."
Setelah “kakak ketiga” mengetahui identitas Kun yang sebenarnya, sikapnya pun berubah 180 derajat. Sebelum Kun keluar, dia bergegas menghampiri dan ingin meminta bantuannya, namun Kun menolak.
Hanya dengan menghargai orang lain, maka kita akan mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Orang yang tidak menghargai orang lain tidak akan dihormati orang lain.
Sumber: story