Rumah adalah tempat paling nyaman bagi setiap orang, tidak peduli rumah kita bagus atau tidak rasanya tetap saja menjadi tempat yang paling kita rindukan terlebih di kala kesulitan sedang menerpa.
Dari dulu aku dirawat dan dibesarkan oleh nenek. Dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku, keriput di tangannya menggambarkan kerja kerasnya selama ini. Kami memang hidup dalam kemiskinan tapi kasih sayang nenek sungguh sangat melimpah ruah.
Seiring dengan berjalannya waktu, aku pun tumbuh semakin dewasa. Aku mulai memiliki banyak teman sehingga aku mulai meninggalkan nenek. Aku selalu menghabiskan waktuku bersama teman-teman. Aku semakin tidak peduli pada nenek.
Akhirnya setelah lulus sekolah, aku mendapat pekerjaan di kota sehingga terpaksa aku harus meninggalkan nenek seorang diri di rumah. Pekerjaan di kota memanglah membanggakan, tapi sangat membuatku stress. Sering kali aku ingin pulang ke rumah, tapi aku malu rasanya.
Hingga pada suatu hari saat bekerja di kantor, aku mendapat telepon kalau aku harus segera pulang ke rumah. Nenekku menderita penyakit demensia atau pikun akut sehingga dia seringkali lupa cara memasak, bahkan lupa jalan pulang ke rumah.
Aku segera pulang ke rumah dan mencari nenek. Untungnya di jalan aku melihat nenek sedang kebingungan. Ketika melihatnya, aku pun menangis. Aku merasa bersalah karena selama ini sudah mengabaikan nenek. Padahal dia yang dari dulu telah merawatku hingga aku bisa menjadi seperti sekarang.
Aku merasa sangat berdosa menjadi cucu yang tidak tahu berterima kasih, cucu yang tidak berbakti. Kini aku sadar, waktu terus berjalan dan tidak akan menunggu. Maka dari itu aku harus menggunakan waktu yang ada ini untuk berbakti dan membahagiakan nenekku.
Sumber : Youtube