Biasanya ibu hamil sering sekali merasa khawatir saat ingin cuti bersalin, karena ada saja perusahaan yang bisa langsung melakukan PHK atau tidak memberi gaji. Kekhawatiran seperti ini juga dialami oleh para ibu di Amerika Serikat. Seorang manajer toko bernama Tami Forbes kini tengah mengandung, dan ia sangat khawatir bahwa ia akan kehilangan pekerjaannya karena cuti.
Sebagai manajer, setiap harinya Tami harus menjaga toko selama 9 jam, lalu pada malamnya, ia juga masih harus bekerja sebagai bartender. Ia harus menjalani dua pekerjaan sekaligus agar dapat mencukupi kebutuhan anak kembar pertamanya dan bayi yang kini sedang dikandung.
Karena sudah mendekati hari persalinan, maka Tami pun akhirnya mencoba minta cuti kepada bosnya, Marcus Lemonis.
Saat  mendengar kabar bahwa Tami ingin cuti, Marcus pun terdiam sejenak, lalu mengatakan, "Sebelum kamu cuti, kamu harus mengerjakan beberapa hal terlebih dahulu. Setelah semua hal tersebut kamu kerjakan, maka selanjutnya kamu akan menjadi kepala dari toko ini."
 
"Dan untuk mendukungmu, saya akan menaikkan gajimu", tambah Marcus.
 
Selama Tami cuti bersalin, Marcus akan memberikan gaji setara gaji 6 bulan, dan setelah Tami kembali, ia akan langsung menjabat sebagai kepala toko dengan gaji yang jauh lebih tinggi! Dengan begitu, Tami tidak perlu kerja di dua tempat lagi.
 
Saat itu juga Marcus langsung menandatangani cek dan memberikan kepadanya, Tami pun langsung menangis terharu!
 
Terkadang masalah kehamilan memang bisa membuat seorang ibu banyak pikiran. Tami termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan atasan yang pengertian. Semoga makin banyak bos yang bisa bijaksana seperti Marcus, ya! Yuk, bagikan artikel menarik ini kepada teman- teman dan kerabatmu!