Meskipun hanya makan tahu tempe tapi kita patut bersyukur masih bisa
makan makanan yang layak. Kamu tidak harus memungut makanan bekas sisa
orang lain bukan? Jadi bersyukurlah..
Warga desa di Tondo, Manila Utara, Filipina harus memungut makanan
sisa dari sampah dan memasaknya kembali untuk mereka makan. Kondisi
ekonomi yang sangat terpuruk membuat mereka terpaksa melakukan hal
seperti ini. Sungguh ironis.

Para wanita di sana tiap hari mengumpulkan sampah-sampah dari kota.
Kemudian mereka mulai memisah-misahkan daging-daging ayam sisa makanan,
mereka juga memisahkan ukuran besar dan kecilnya.
Setelah dipisahkan, mereka mencucinya dan memasaknya kembali dengan
bawang, gula dan saus tomat. Mereka menjelaskan bahwa jika bisa
memasaknya dengan benar maka tidak akan jatuh sakit.

Ternyata
makanan sisa ini mereka namai dengan sebutan pagpag. Dalam bahasa
mereka pagpag berarti sampah dapur atau ayam goreng sampah. Dan yang
lebih mengejutkannya lagi adalah pagpag ini tidak hanya mereka konsumsi
sendiri, mereka juga menjual pagpag bagi tetangga sekitar.
Menjual pagpag lebih menghasilkan uang ketimbang menjual buah. Maka
dari itu nenek satu ini memutuskan untuk menjual pagpag saja. Untuk
pagpag yang berukuran besar dihargai 30 peso (20 ribu rupiah) dan yang
kecil dihargai 20 peso (13 ribu rupiah). Nenek ini suka memberikan
diskon bagi tetangga dekatnya karena dia tahu tetangganya itu juga tidak
punya uang.

Bagi
orang miskin di Tondo, pagpag adalah makanan penolong yang dapat
menyambung hidup mereka. Tanpa pagpag mereka tidak tahu harus makan apa.
Semoga pemerintah Filipina dapat lebih meningkatkan perekonomian
masyarakat Tondo yah sehingga mereka tidak perlu makan pagpag lagi.
Sumber : Youtube