Apakah kamu pernah menonton video pendek yang berjudul “Daddy is the sweetest daddy in the word”?
Video tersebut berisi tentang seorang ayah yang gagah dan berwibawa,
tiap hari selalu memakai jas mengantar putri kesayangannya pergi ke
sekolah.


Pada suatu pagi saat mengantar anaknya pergi sekolah, ia membaca surat yang ditulis anaknya tentang kekaguman pada ayahnya.

“Ayah adalah ayah termanis di dunia..
Ayah juga adalah ayah tertampan di dunia
Terpandai
Terbaik
Ayah adalah supermanku!

Ayah ingin aku belajar yang rajin di sekolah
Pokonya ayahku adalah ayah yang terbaik!

Tapi…………”
Setelah membaca kalimat awal dari surat anaknya, terlihat muka ayah
itu begitu senang bahagia. Namun sampai di kalimat terakhir, raut
mukanya tiba-tiba berubah..

Air matanya tiba-tiba berlinang dan membasahi pipinya..

Langkah ayah dan putrinya terhenti, karena isi surat dari kalimat terakhirnya :

“Tapi dia BERBOHONG!

Dia berbohong tentang pekerjaannya

Dia berbohong tentang uangnya

Dia berbohong kalau ia tidak lelah

Dia berbohong kalau ia tidak lapar

Dia berbohong kalau kita punya segalanya
Dia berbohong tentang kebahagiaanya
Dia berbohong karena diriku!

.
.
Tapi aku tetap cinta dirimu, ayah”

Selesai
membaca semua isi surat, sang ayah menyadari bahwa putrinya sudah tahu
fakta sebenarnya. Bahwa ia bekerja serabutan, bukan bekerja di kantor
seperti ayah teman-teman lainnya.
Ia berbohong kalau ia tidak lapar, ia tidak kekurangan uang, ia tidak
capek, ia tidak sakit, dan masih banyak kebohongan lain yang Ayah buat.
Semua ia lakukan demi anaknya mendapat masa depan yang lebih baik.

Lalu ayah dan putrinya saling bertatap-tatapan
Berjalan saling mendekat...
Dan berpelukan…

Pesan dari cerita ini adalah : Masa depan anak sangatlah berharga di
setiap pengorbanan yang diberikan. Oleh sebab itu setiap orangtua pasti
rela melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya. Dan ia selalu berusaha
menjadi “super hero” bagi anaknya, walaupun harus mengorbankan
kebahagiaanya.
Sumber : Life.bldaily