Waktu kecil, pernahkah kamu merengek untuk dibelikan mainan yang sama seperti yang dimiliki teman-teman lainnya? Atau pernahkah kamu dibelikan sesuatu agar bisa dibanggakan di depan teman-teman? Setiap kali, kita selalu melihat kelebihan orang lain, tapi selalu merasa diri sendiri tidak memiliki apa-apa, sehingga akhirnya tidak menghargai harta yang kita miliki. Maka dari itu, kita sering merasa tidak bahagia.
Sama seperti kisah satu ini…
Pagi-pagi sekali ibu membangunkan anak laki-lakinya untuk membantunya menyiapkan sarapan. Setiap paginya sang ibu akan mengendarai motor mengantar anaknya ke sekolah. Sang ibu berprofesi sebagai petani karet, terlihat kehidupan keluarga ini begitu sederhana dan tidak bergelimangan harta.
Saat perjalanan ke sekolah, ia tanpa sengaja berpapasan dengan teman satu sekolahnya yang sedang diantar menggunakan mobil. Merasa malu hanya diantar menggunakan motor, anak ini pun langsung menundukkan kepalanya agar tidak terlihat oleh temannya itu. Selain itu, ia pun langsung dengan cepat melepaskan helmnya dan lari dengan cepat ke dalam kelas agar tidak ada seorangpun yang melihat kalau dirinya menggunakan motor untuk ke sekolah.
Suatu hari ada teman-teman yang menjahili dan meledeknya. Tidak terima dengan perkataan mereka, anak ini pun langsung memukul dan terjadinya pertengkaran yang membuat bajunya sobek. Sesampainya di rumah, sang ibu memarahinya,”Kamu ngapain berantem? Lihat, jadi harus beli baju baru kan?”

Sang anak pun marah dan berkata,”Semuanya gara-gara kamu! Mereka memanggilku anak tukang karet! Gara-gara kamu kita tidak punya banyak uang! Anak lain naik mobil ke sekolah, aku hanya naik motor tua milikmu!”
Anak itu pun mengatakan kalau setiap merayakan tahun baru, anak-anak lain pasti diberikan mainan atau baju baru. Belum selesai mengeluh, ibunya pun bertanya,”Jadi, sekarang kamu mau aku ngapain?”
Anak itu berkata,”Lebih rajinlah bekerja! Dengan begitu kita tidak akan miskin seperti ini!” Mendapat jawaban seperti itu, sang ibu pun berkata,”Baik, kamu pikir mencari uang itu mudah? Mulai besok ikut aku pergi bekerja.” Sang ibu nampaknya ingin agar anaknya tahu seberapa berat pekerjaan ibunya selama ini dan mencari uang itu bukan hal yang mudah.
Keesokan paginya, anak itu pun mengikuti ibunya ke hutan dan memanen karet. Saat itulah ia baru sadar kalau ibunya selama ini sudah berjuang begitu keras. Dengan suara pelan dan terbata-bata menahan tangis anak itu berkata,”Mama, apa ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu?”

Setelah lelah bekerja dan hendak pulang ke rumah, saat hendak mengendarai motornya, sang ibu tiba-tiba berbalik dan dengan senyum berkata,”Kamu tidak perlu membantuku melakukan apa-apa, cukup belajar yang rajin.”
Beberapa hari setelahnya, anak ini melihat ada anak yang diantar ke sekolah naik mobil. Terlihat ayah dan ibu yang duduk di depan sedang bertengkar dengan hebat, sedangkan anak yang duduk di belakang hanya bisa diam dan terlihat murung melihat keadaan orang tuanya yang selalu saja bertengkar tanpa henti.
Melihat kejadian itu anak ini baru sadar kalau sebenarnya ia sudah sedari dulu memiliki harta yang paling berharga! Selain itu, kebahagiaan yang selama ini dicari pun sebenarnya sudah ada sedari dulu, yaitu sosok orang tua yang selalu berada di sampingnya dan bekerja tanpa lelah untuk membahagiakan dirinya.
Mana ada orang tua di dunia ini yang tidak ingin anaknya hidup bahagia? Orang tua akan rela melakukan apapun agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Maka dari itu, jangan pernah menyalahkan orang tua atau menyakiti hatinya. Menyakiti orang tua sama saja menyakiti diri sendiri. Jika kamu merasa orang tua tidak bisa memberikan apa yang kamu mau, berusahalah sendiri! Selain itu, jangan lupa juga kelak setelah kamu bisa hidup mandiri untuk membalas jasa orang tua dan membahagiakan mereka!
Sebenarnya orang tua pun tidak menginginkan apa-apa, yang mereka harapkan adalah setiap anaknya bisa hidup dengan baik dan tidak membuat mereka khawatir. 

Sumber: Youtube