Ada pepatah yang mengatakan kalau hidup ini bagaikan secangkir teh. Minumlah selagi panas, jangan biarkan dia mendingin.
Pepatah ini bisa kita kaitkan dengan hubungan anak dan orang tua. Banyak diantara kita yang tidak memiliki hubungan baik dengan ayah. Sudah lama kita tidak menelepon ayah hanya sekedar untuk menanyakan kabarnya.

Contohnya seperti anak laki-laki pada film di bawah ini. Dia tinggal di kota karena sudah bekerja sedangkan ayahnya masih tinggal di desa. Ayahnya sudah sangat tua dan kondisi kesehatannya sudah tidak terlalu baik.
Suatu hari orang rumah menelepon anak itu dan mengatakan kalau sudah beberapa hari ini ayah tidak mau makan. Dia ingin anak itu pulang ke rumah. Akhirnya dengan terpaksa anak itu pulang ke rumah sambil marah-marah.
Dia menyuruh ayahnya untuk segera makan dengan nada yang tidak enak. Sang ayah yang duduk di kursi roda hanya sedih tak berkata apapun. Saat marah-marah tak sengaja anak itu menjatuhkan tumpukan barang milik ayahnya dan salah satu buku kenangan terbuka.
Buku itu adalah buku anak itu saat masih kecil. Di dalamnya dia menggambar kue ulang tahun untuk ayahnya. Melihat gambar itu dia teringat kalau hari ini adalah hari ulang tahun sang ayah. Di bawah gambar kue ulang tahun itu anak itu menulis “Saya mau membuat ayah tersenyum selamanya.”
Di saat itu dia merasa tertampar. Dia teringat kembali masa kecil yang ia habiskan bersama sang ayah. Ada begitu banyak kenangan manis yang mereka lewati bersama. Tapi lihat apa yang ia lakukan pada ayahnya?
Dia merasa sangat durhaka. Dia menyesali semuanya itu dan bersujud di depan kaki sang ayah. Dia mau melakukan apa yang ia pernah tulis di buku itu. Dia mau membahagiakan ayahnya.
Sumber : youtube