Siapa yang tidak ingin membahagiakan anaknya, dengan membawanya
jalan-jalan ke taman untuk bermain bersama anak-anak yang lain. Tapi
gimana kalau anakmu atau ada anak lain yang memiliki keterbatasan?

Sebuah video eksperimen sosial ini mengambil tema anak yang memiliki
keterbatasan, sedang bermain di taman. Terlihat seorang ibu (sebut saja
namanya Anisa) menggandeng anaknya yang tidak bisa berjalan sendiri
menaiki tangga mainan di taman. Lalu ada seorang wanita lain (berperan
sebagai antagonis, sebut saja namanya Della), ia membawa anaknya untuk
menaiki tangga mainan itu juga

Eksperimen sosial ini dilakukan untuk melihat apakah orang-orang di sana peduli dengan orang yang memiliki keterbatasan

"Kenapa anakmu jalannya pelan banget?" kata Della saat melihat anak Anisa menaiki tangga mainan
Anisa pun menjawab: "Maaf, kami bentar lagi selesai. Bentar ya"
Kira-kira gimana ya reaksi orang yang berada di dekat sana?
Della: "Anak kecil ini tidak sabar, kenapa gak biarin anak ini naik dulu?"
Anisa: "Kita sudah hampir sampai, maaf ya"
Della: "Di belakang ada banyak orang lagi antre, kamu tahu gak?"

Beberapa kali percakapan di atas ini dilakukan, tidak ada orang yang menanggapinya. Tapi, 30 menit kemudian…
Saat kejadian di atas diulang, seorang ibu yang memakai topi pink
yang ada di sana mulai menanggapi perkataan Della mengenai banyak orang
yang sedang antre. Ibu bertopi pink itu berkata: "Tidak apa-apa"
"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" kata ibu bertopi pink itu lagi saat Della terus mengomel

Di saat Anisa terus meminta maaf, ibu bertopi pink itu juga terus mengatakan, "tidak apa-apa" agar Anisa tidak merasa tidak enak
Karena ibu bertopi pink itu telah berbaik hati membela Anisa, tim
eksperimen sosial ini pun mendatanginya dan memberikan balon. Saat
diwawancara, ibu bertopi pink itu berkata: "Saya merasa ia (Della)
benar-benar tidak memiliki hati nurani, bagaimana bisa ia seperti itu,
karena jika hal tersebut terjadi pada keluarga kita, kita pasti juga
ingin membawa anak kita pergi bermain dan menikmati udara luar.
Dipikir-pikir, jika kita sendiri, kita seharusnya membantu orang"

Beberapa kali eksperimen ini dilakukan, dan tidak sedikit orang yang
peduli, tidak hanya para ibu, tapi ada juga ayah yang peduli.

Jika hal seperti ini terjadi di sekitarmu, apa yang akan kalian lakukan?
Sumber: Youtube