Merokok adalah salah satu kegiatan yang merupakan gangguan publik yang nyata dan seharusnya mulai disadari oleh para perokok. Telah terbukti bahwa merokok merupakan kebiasaan yang berbahaya tidak hanya bagi perokok, tapi terlebih bagi orang-orang di sekitar yang menghirup asap rokok.
Namun, masih banyak perokok yang merasa kalau mereka memiliki hak untuk merokok di tempat umum. Tidak aneh banyak pertengkaran sering terjadi karena perokok ditegur untuk tidak merokok di tempat umum oleh orang lain di sekitarnya.
Melepaskan diri dari rokok memang bukan perkara mudah, tapi para perokok nampaknya harus mulai memikirkan orang lain dan tidak egois. Sebenarnya tidak hanya di tempat-tempat umum, saat berada di rumah pun harus berhati-hati, karena bisa saja istri dan anak-anaknya menjadi perokok pasif berat. Maka dari itu para perokok haruslah melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu dan jangan sembarangan merokok terutama di tempat-tempat umum.
Beberapa kota besar pun mulai menggalakkan larangan merokok di tempat-tempat umum. Hanya saja masih saja ada banyak orang yang melanggar peraturan itu. Selain peranan dari pemerintah, kita sebagai masyarakat juga tampaknya harus ikut aktif mendukung peraturan itu dan menyadarkan para perokok agar jangan lagi merokok di tempat umum, melainkan merokok di tempat-tempat yang sudah disediakan khusus.
Lalu, jika kamu melihat ada orang yang merokok di tempat umum, apa yang akan kamu lakukan?
Dalam video sosial eksperimen kali ini, ada seorang aktor yang berpura-pura menjadi pria yang merokok di sebuah restoran. Padahal terlihat jelas bahwa di dalam restoran itu tertempel tanda dilarang merokok. Melihat pria ini dengan tenangnya mengeluarkan rokok dan siap-siap untuk merokok, apa yang akan dilakukan oleh pengunjung lainnya?
Beberapa perokok pria justru tidak terlalu merasa terganggu dengan asap dari rokok aktor tersebut. Namun, salah satu pria melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh semua perokok. Memang, dia tidak terlihat untuk menasehati aktor tersebut, tapi merasa kalau tindakan aktor tersebut salah, saat diberikan rokok, ia langsung membuangnya dan tidak ikut-ikutan merokok di tempat umum, apalagi di dalam ruangan. Kesadaran kecil seperti inilah yang harusnya mulai dilakukan oleh para perokok.

Kemudian selain aktor yang berperan sebagai perokok, ada pula aktris yang berperan sebagai ibu hamil. Seperti yang kita ketahui kalau merokok di depan ibu hamil dan anak-anak dianggap sebagai tindakan yang tidak bermoral. Lalu, jika kamu dihadapkan pada kondisi seperti ini, apakah kamu masih akan diam saja?
Kebanyakan wanita melihat situasi seperti itu akan menawarkan pada wanita yang berperan sebagai ibu hamil untuk bertukar tempat. Tindakan ini terbilang hanyalah sedikit ‘perlawanan’ terhadap para perokok. Terkadang ada juga beberapa orang yang sengaja berbicara dengan keras,”Asap rokok dari orang itu tidak baik bagi ibu hamil!” atau dengan sengaja batuk keras-keras. Hanya saja, tindakan seperti ini bagi para perokok berat bukanlah ‘perlawanan’ berarti. Mereka akan tetap dengan santainya merokok.
Dari sosial eksperimen ini terlihat kalau para pria  terlihat lebih pasif dan terkesan ‘mengerti’ kebiasaan merokok. Sedangkan para wanita, mereka akan lebih agresif memperlihatkan kalau mereka tidak suka dengan orang yang merokok di tempat umum. Terlihat juga dari 50 orang yang diwawancara, hanya 5 orang diantaranya yang mengatakan kalau ia akan bilang pada perokok untuk segera mematikan apinya, sedangkan 45 lainnya lebih memilih untuk pindah ke tempat yang lebih jauh.
Apakah benar tidak ada orang yang berani mengambil tindakan dan menyadarkan perokok ini untuk setidaknya menaati peraturan bahwa di tempat umum tidak boleh merokok? Kita sebagai manusia harusnya sadar bahwa peraturan itu dibuat bukan untuk dilanggar.

Akhirnya ada seorang gadis yang berani mengingatkan pemuda itu untuk tidak merokok, karena di dalam restoran jelas tertempel dengan jelas peraturan dilarang merokok. Selain itu, ia juga meminta petugas untuk bantu mengingatkan pemuda itu untuk tidak merokok. Ia juga mengatakan,”Tolong kamu jangan merokok lagi, lihat di samping kamu ada ibu hamil!”
Namun pemuda itu mengatakan kalau ia sudah tidak tahan lagi dan melihat wanita berbaju biru itu terlihat begitu emosi, ia pun meminta maaf. Wanita berbaju biru lalu menjawab,”Kamu tidak perlu meminta maaf padaku! Kamu harusnya minta maaf pada ibu hamil di sebelahmu!”
Terlihat wanita ini berani mengambil tindakan demi kepentingan orang lain dan menyadarkan orang lain kalau ia telah melanggar peraturan. Jika kita selalu diam, maka para pelanggar aturan akan terkesan ‘dimengerti’ dan menganggap apa yang mereka lakukan wajar, dan akhirnya melahirkan kebiasaan buruk, yaitu melanggar peraturan dengan merokok di tempat umum.
Memang, masalah merokok seperti ini masih merupakan masalah klasik yang juga sulit untuk diatasi. Namun, seperti telah kita ketahui, kita hidup sebagai manusia sosial dan berdampingan dengan orang lain. Janganlah kita demi kepentingan dan kesenangan sendiri malah merugikan orang lain.


Sumber: Youtube