Sebuah kisah rumah tangga datangnya dari pasangan yang baru menikah. Pagi itu Erwin baru pulang dari latihan militer menjadi seorang tentara, sedangkan Juli baru mau siap-siap berangkat belanja.
“Baru pulang kamu?! Ini badan kamu mau banget, pakaian kamu juga udah kusam gini. Malu-maluin istri aja tau gak!” marah Juli
“Sayang, namanya kerja, pasti keringetan!” ujar Erwin sabar
“Udah sana mandi! Aku mau pergi belanja sama Diana, kamu kalau lapar masak sendiri ya. Terus sekalian, bantu cuci cucian yang sudah numpuk dong!”
Baru Juli jalan berapa meter keluar dari rumah, tiba-tiba Erwin mengejar Juli
“Juli cuaca dingin, pakai jaket ini nanti kamu sakit!”
“Duh kamu ngapain ngejar aku, malu-maluin tetangga aja pake baju ginian!”
“Lagian mobil suaminya Diana bagus, pasti hangat di dalamnya. Gak kayak mobil kamu, yang cuma mobil tua jelek!!!” hina Juli
Sore harinya..
“Juli, sini duduk. Aku mau ngomong serius sama kamu!”
“Dari awal sebelum aku nikah, aku berjanji untuk terima kamu apa adanya. Walaupun kamu seorang wanita yang tidak lulus kuliah dan dari keluarga miskin. Sampai aku nikah pun, aku tidak pernah mengeluh kalau kamu tidak mau bekerja dan bermalas-malasan di rumah.”
”Tapi kau tetap menjadi cewek matre yang tidak berubah dari dulu. Kau selalu mengeluh dan membandingkan aku dengan pria yang lain. Di matamu aku hanya pria miskin, bau, dan bikin malu aja!”

“Dan barusan ayah memberi jabatan pemilik perusahaan kepadaku. Ia pun memberi segepok uang untuk membeli pakaian dan kartu kredit senilai 2 miliar. Kamu mau kartu kredit ini?”
Juli pun mengangguk mau..
“Nih kartu kredit untukmu! Tapi besok aku mau bercerai sama kamu!” marah Erwin
Mendengar perkataan Erwin, Juli pun hanya bisa menyesal dan menangis. Dari kisah Juli ini mengajarkan kepada agar kita harus bisa menerima suami kita apa adanya. Jangan pandang kekurangan atau kelemahannya, tapi pandang dari ketulusan hatinya dan semua kelebihannya.  Dan jangan pernah bandingkan suami orang lain dengan suamimu, maka kamu tidak akan pernah bahagia!
Sumber: Youtube