Kebahagiaan yang paling sempurna dalam hidup ini adalah ketika kita
masih diberikan waktu untuk terus berkumpul bersama keluarga, karena
keluarga adalah harta yang paling indah yang sampai kapanpun takkan
pernah tergantikan oleh harta apapun. Sebab, keluarga adalah sumber
kebahagiaan kehidupan kita, dengan keluarga kita bisa tahu caranya
berkasih sayang, saling menghormai dan saling menghargai satu sama lain,
dan dengan keluarga pula kita bisa mengerti bahwa kebersamaan itu
adalah moment yang paling indah dalam hidup.

Namun apa jadinya jika anggota keluarga saling memiliki keluh kesah tapi
mereka tak mampu mengungkapkannya? Seperti kisah seorang supir pribadi
satu ini. Iksan adalah seorang sopir yang bekerja untuk keluarga yang
sangat aktif dan sibuk. Meski demikian, tidak mengurangi ketulusan Iksan
untuk memberikan sebuah perhatian kecil untuk awal kebersamaan yang
penuh dengan kasih sayang. Begini kisahnya:
“Saya Ihksan dan saya adalah seorang supir. Sudah 1 tahun saya
bekerja di keluarga ini, dan banyak kisah yang muncul dalam perjalanan
saya. Kadang saya tak selalu mengantar ibu, bapak dan mba bersamaan tapi
saya biasa mengantar jemput sendiri-sendiri.

Seperti hari itu, saat saya mengantar bapak, bapak bertanya ‘san, ibu
arisan dimana lagi? Kok saya gak pernah tau ya? Saya merasa tidak
dihargai’

Di lain hari saat saya menjemput ibu, ibu bertanya ‘san, bapak itu
punya selingkuhan ya? Atau punya pacar baru? Kayaknya dia udah gak cinta
lagi sama saya! Kalau si adek punya pacar baru ya san?’

Belum lagi mba yang tiba-tiba curhat ’aku sebel banget sama mama
papa, mereka kayaknya gak peduli deh sama aku! Mau aku pulang kapan kek,
makan apa kek kayaknya mereka gak peduli deh’

Hampir setiap hari saya mendengar keluhan semuanya, duh rasanya
pening ini kepala. Kenapa mereka gak saling ngobrol? Suatu malam, saya
mengetahui penyebab mengapa keluarga ini saling tidak terbuka, saling
tak berkomunikasi. Ternyata mereka selalu sibuk dengan urusannya
masing-masing tanpa pernah mempedulikan satu sama lain.

Akhirnya...
Ketika bapak pernah mengeluh kancing jasnya belum dibetulkan, saya lah yang mencoba membetulkannya.

Saya pun menjemput ibu meskipun tidak diminta, dan mengatakan kalau
bapak yang menyuruh saya jemput ibu. Tidak lupa saya membeli bunga untuk
ibu dan mengatakan jika itu dari bapak.

Saya juga jemput mba dengan ontime, tak lupa saya siapkan bekalnya dan mengatakan bahwa itu ibu yang siapkan.

Padalal, semua saya yang lakukan. Buat saya merubah hal kecil akan
membawa perubahan hal yang besar. Tana melihat siapa kita, ya walaupun
saya hanya seorang supir…”
‘Satu perhatian kecil adalah awal dari sebuah perjalanan penuh cinta’

Sumber: Youtube Nissan Indonesia