"Ketika mengalami luka mendalam , kita tidak akan pernah pulih sampai kita memaafkan," ~ Mary Karen Read ~ (Mary's Final Journal Entry)
“Dia yang tidak mau memaafkan adalah orang yang lemah, karena memberi maaf hanya dilakukan mereka yang lebih kuat.”
Kutipan-kutipan di atas rasanya dapat menampar setiap orang di dunia ini, termasuk kita, setuju? Ya, rasanya, memaafkan adalah hal yang sangat berat untuk dilakukan. Terutama jika kita merasa benar-benar menjadi pihak yang disakiti. Memaafkan menjadi sebuah keputusan yang sangat sulit dilakukan.
Mengambil kisah seorang anak yang mengalami kisah hidup yang begitu menyedihkan. Keluarganya hancur lebur karena ayahnya membunuh sang ibu. Sebuah kesalahan yang sangat besar di mata banyak orang, termasuk sang anak.
Setelah sekian lama, mereka pun akhirnya kembali bertemu di penjara. Namun, kali ini, sang anak melakukan sesuatu hal yang mengejutkan. Ia mengungkapkan seluruh kesedihannya dan kemarahannya pada sang ayah. Selain karena membunuh sang ibu, ayahnya tak pernah mengurus dan memerhatikannya.
Mengagumkan, meski merasakan semua rasa sakit ini, namun pada akhirnya sang anak pun memaafkan ayahnya. Tak peduli sebesar apa kesalahan yang dilakukan ayahnya padanya di masa lalu. Namun, dengan hati besar, ia memaafkan sang ayah.
Namun, dari cerita di atas kita dapat merangkum dan mendapatkan beberapa pelajaran hidup yang berharga. Bahwa, melepaskan masa lalu, termasuk memaafkan kesalahan orang lain meskipun kesalahan yang terbesar sekali pun dapat menjadi momentum dan jalan terbesar bagi kita untuk self healing.
Kita tidak akan pulih dari luka-luka masa lalu jika kita tidak lebih dahulu memaafkan, apapun kesalahan itu. Nah, mulai sekarang, mari menjalani hidup yang lebih bahagia dengan cara memberi maaf pada mereka yang pernah berbuat salah pada kita. Selamat mencoba dan semoga banyak kebaikan yang datang karenanya.


Sumber: Youtube/Loreen Nyambok