Terkadang kita selalu merasa tidak puas akan pekerjaan yang sedang kita jalani saat ini.
Ketika melihat pekerjaan orang lain yang lebih enak dan lebih baik
dibandingkan dengan kita, terkadang kita merasa iri dan berpikir ingin
mendapatkan pekerjaan seperti yang mereka dapatkan. Tidak jarang kita
selalu membandingkan dengan mereka yang hidup jauh di atas kita. Kita
selalu melihat mereka tanpa pernah melihat seperti apa pekerjaan mereka
yang berada di bawah kita.
Kita seharusnya bersyukur akan pekerjaan yang sedang kita jalani saat
ini. Karena pada kenyataannya masih banyak sekali orang-orang yang
memiliki pekerjaan lebih sulit dibandingkan dengan kita, atau justru
tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Namun, dengan pekerjaan yang sulit
tersebut apakah mereka mengeluh dan putus asa? TIDAK! Mereka tidak
mengeluh sama sekali, justru mereka menjalani semua itu dengan penuh
keikhlasan dan kesabaran. Mereka masih tetap bersyukur dan lapang dada
atas apa yang mereka dapatkan.

Kisah mengharukan dan menginspirasi ini akan menyadarkan kita semua
untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan dulu sampai
saat ini. Kisah ini menceritakan tentang pekerjaan dan perjuangan
seorang pria. Pria ini bekerja sangat berat, setiap harinya ia bekerja
dengan memikul beban seberat 100 kg. Mungkin anda semua berpikir bahwa
pria tersebut memiliki tubuh kuat dan besar. Namun, pada kenyataannya
pria yang dimaksud hanyalah seorang kakek tua renta. Ia tidak memiliki
otot dan tubuh besar layaknya binaragawan. Tubuh kakek ini kurus kering
dengan kulit dipenuhi keriputan.

Meskipun begitu, kakek ini memiliki semangat yang luar biasa besar.
Ia tidak pernah mengeluh akan pekerjaannya saat ini. Buktinya, selama 25
tahun terakhir kakek ini bekerja sebagai kuli panggul. Dalam setiap
harinya kakek tua ini harus memanggul tepung untuk diantarkan ke sebuah
toko roti. Ia berjalan menyusuri gang-gang sempit di antara pertokoan
dengan jarak sekitar 1 km.
Ketika merasa lelah, kakek ini kemudian beristirahat sejenak dalam
perjalanannya. Ia bisa berdiri kembali dengan beban yang dipikulnya
tersebut dengan bantuan orang-orang baik hati yang berlalu lalang di
jalanan. Baru setelah itu, ia kembali meneruskan perjalanannya.

Apa yang dilakukan oleh kakek ini yaitu untuk memenuhi semua
kebutuhan keluarganya. Bahkan setelah bekerja mengantarkan tepung, kakek
ini pergi ke pasar untuk membeli kentang dan bawang untuk bahan makanan
anak dan keluarganya.
Kakek ini membenci mengemis atau meminta-minta pada orang lain.
Meskipun pekerjaannya berat, tetapi kakek ini bangga atas apa yang ia
lakukan saat ini.

Apa yang dilakukan oleh kakek ini merupakan perjuangan yang sangat
berat. Demi keluarganya kakek ini rela melakukan apapun. Nah, setelah
mengetahui pekerjaan kakek ini apakah anda masih mengeluh dan menganggap
bahwa pekerjaan yang anda jalani adalah paling berat? Seharusnya
setelah mengetahui perjuangan kakek ini kita sadar dan lebih bisa
mensyukuri atas apa yang kita kerjakan saat ini. Yakinlah apa yang kita
kerjakan ini adalah rencana Tuhan, yang mana rencananya ini akan indah
pada waktunya.
Sumber: Ketahui.com