Kakek Sarman adalah seorang pedagang asongan di pinggir jalan. Dia
menjajakan makanannya seharga Rp 6.000,00 per bungkus. Meski usianya
sudah 90 tahun tapi Kakek Sarman masih semangat bekerja mencari uang.
Kakek ini memiliki 8 orang anak dan 25 cucu. Beliau bahkan mengaku
terkadang masih memberi uang saku cucunya. Bahkan beliau juga membayar
uang les si cucu.
Suatu hari, Kakek Sarman tidak mengetahui kalau dirinya sedang
direkam untuk suatu acara televisi. Dia akan mendapatkan beberapa ujian.
Yang pertama adalah seorang pemuda datang kepadanya dan menawarkan
dagangan yang sudah kadaluarsa untuk dijual. Tapi Kakek Sarman menolak
karena dia adalah orang yang jujur.

Setelah pemuda berjaket merah itu pergi, datanglah agen berikutnya
seorang pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa dan butuh untuk wawancara.
Dalam wawancara itu, si mahasiswa memancing si kakek dengan menanyakan
kenapa tidak mengajak cucunya berjualan? Kakek Sarman menolak karena dia
tidak mau orang lain bersimpati atau tetangganya membicarakan hal yang
jelek. Kakek Sarman cuma ingin cucunya belajar dengan baik.

Kemudian datanglah seorang ibu-ibu yang tampak kaya. Ibu ini hendak
membeli dagangan Kakek Sarman, tapi ibu ini sangat bawel, dia menawar
dan mengobrak-abrik dagangan Kakek Sarman. Padahal akhirnya ia hanya
membeli satu bungkus. Ibu ini menawar seharga Rp 3000,00. Kakek Sarman
dengan berat hati mengiyakannya. Kemudian ibu ini sangat sibuk mengobrol
di telepon dan pura-pura dompetnya jatuh.

Setelah itu, datang pembeli yang lain, yang juga merupakan salah satu
agen. Pembeli ini memberitahu kalau ada dompet jatuh. Bapak ini
langsung panik karena pasti si ibu itu marah-marah. Benar saja, tak lama
si ibu yang bawel itu datang kembali. Ia marah-marah dan menuduh si
kakek mengambil uang di dalam dompetnya. Ibu ini mengaku uang itu untuk
bayar sekolah anaknya, bahwa di dalam dompet ada uang sebesar Rp
250.000,00 tapi sekarang hilang.

Di saat seperti itu, host pun datang menghampiri untuk menenangkan
keadaan. Si ibu bawal itu pergi dengan mengancam akan melaporkan si
kakek ke polisi. Si host lalu mengobrol dengan kakek Sarman apa yang
terjadi. Dengan perasaan sedih sambil menangis, Kakek Sarman
menceritakan semuanya, dan bahwa dia tidak mengambil uang ibu itu.

Si host pun bertanya berapa harga dagangannya jika laku semua. Si
jawab menjawab RP 50.000,00. Lalu si host membeli semua dagangan kakek
itu dengan harga Rp 1.000.000,00. Kakek Sarman pun menangis terharu. Dia
bahkan minta diantar si host ke rumahnya, karena masih ketakutan.
Beberapa kru bahkan datang untuk menenangkan beliau.
Dari kisah di atas, semoga menginspirasi kita ya. Bahwa kebaikan
kelak pasti akan mendapat balasannya. Jika si kakek aja masih semangat
bekerja, maka kita yang masih muda juga tidak boleh malas ya. Bekerja
dengan baik, jujur dan selalu memiliki kerendahan hati.
Sumber: youtube