Apa makna keluarga bagimu? Bagiku keluarga adalah tempat dimana aku tumbuh dan berkembang. Keluarga selalu mengajariku berbagai macam ilmu dan pengetahuan, juga tempat dimana aku belajar sopan santun serta norma-norma dalam kehidupan sosial. Keluarga adalah segalanya.
Aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Ayahku adalah seorang pelukis yang sangat cinta dengan seni. Sudah banyak lukisan yang ia lukis sejak dulu dan mayoritas lukisannya terinspirasi dari ibu.

Ibuku adalah seorang wanita yang sangat periang dan aktif. Setiap hari ada begitu banyak aktivitas yang ia lakukan seperti mengikuti kelas tari balet, kelas merangkai bunga dan sebagainya. Ibuku juga bekerja sebagai penjahit.
Meskipun bukan dari keluarga yang bergelimang harta tapi merasa sangat bahagia. Akhirnya setelah tumbuh dewasa aku pun menikah dengan seorang gadis idamanku dan kami dikaruniai oleh seorang anak laki-laki.
Aku masih tinggal di rumah orang tuaku. Sepertinya anakku memiliki bakat melukis seperti ayahku. Mereka berdua sering menghabiskan waktu dengan belajar melukis bersama. Hingga pada saat aku melihat ibu agak kesulitan saat hendak bangun dari kursinya, disitulah aku merasa kalau ayah dan ibu sudah tua.
Selama ini aku merasa tidak ada yang berubah dengan mereka. Mereka masih kuat dan semangat melakukan kegiatan mereka seperti biasa sehingga aku tidak menyadari kalau keriput di wajah mereka sudah semakin banyak dan rambut mereka semakin putih.
Kemudian karena aku mendapat pekerjaan yang lebih baik, terpaksa aku sekeluarga harus pindah ke ibu kota dan meninggalkan rumah. Kedua orang tuaku kini tinggal berdua saja di rumah. Sebenarnya mereka merasa kesepian, namun apa boleh dikata.
Ibu sering menelepon menanyakan kapan kami akan kembali ke rumah. Tapi aku tidak bisa janji kapan bisa pulang karena pekerjaanku sangat sibuk. Selain itu pekerjaan istriku juga sangat sibuk, dia sering sekali pergi dinas ke luar kota.
Sejujurnya aku sangat sedih, aku juga sangat ingin pulang ke rumah. Aku rindu pada keluargaku. Suatu hari ibu meneleponku memberitahu kabar buruk. Rasanya bagai disambar petir dan aku pun bergegas pulang ke rumah.
Setelah pulang dari pemakaman, ibu terus memeluk foto ayah. Ibu jadi suka melamun dan banyak terdiam. Dia juga jadi tidak mood untuk melakukan kegiatannya. Ia berhenti merangkai bunga dna juga berhenti menenun.
Makan pun jadi terasa sepi karena tidak ada yang menemani. Aku dan istri mengajak ibu untuk ikut ke ibukota dan tinggal bersama kami. Tapi ibu menolak, dia mengatakan kalau dia sudah terbiasa hidup di rumah ini dan tidak ingin pindah.
Sebenarnya aku merasa cemas meninggalkan ibu tinggal seorang diri, namun aku juga tidak bisa memaksanya. Suatu malam ibuku terjadi saat bangun dari tempat tidur. Dokter mengatakan kalau tulangnya keropos dan tulang ibuku ada yang patah.
Dokter mengatakan kalau ibuku harus memakai kursi roda. Kabar ini membuat ibuku terpukul. Dia kesal, memakai kursi roda berarti kegiatan jadi terbatas. Ibu semakin kehilangan semangat untuk hidup.
Hari ini aku, istri dan anakku datang menjenguk ibu di rumah sakit. Istriku memberikan bunga pada ibu kemudian anakku memberikan kartu ucapan. Hari ini adalah hari ibu. Kami ingin memberikan semakin dan perhatian padanya.
Tiba-tiba anakku kembali membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak yang cukup besar. Dia mengatakan kalau kotak ini adalah hadiah hari ibu dari kakek untuk nenek. Sebelum meninggal kakek menitipkan hadian ini padanya.
Aku berkata pada anakku agar tidak bercanda, tapi anakku bilang kalau dia serius. Ibu membuka kotak itu dan mulai menangis. Ayah melukis sosok ibu dari sejak muda hingga sekarang.
Ayah berterima kasih karena sudah setia menemaninya selama 40 tahun lebih. Selamat pernikahan delima sayang! Ibu langsung menangis tersedu-sedu. Ibu tidak menyangka kalau ayah akan memberikan hadiah ini.
Ayah menulis kalau selama ini dia hanya terus melukis dan membuat ibu memakan banyak kepahitan. Dia sungguh meminta maaf. Dia merasa hari-hari yang dilalui bersama sangatlah indah dan bahagia. Cintanya pada ibu tidak akan berubah seperti saat pertama kali bertemu.
Sumber : Youtube