Banyak sekali orang yang kurang beruntung dan hidupnya susah. Setiap
orang punya cara berbeda dalam menghadapi kerasnya hidup. Kehidupan
membuat banyak orang memilih untuk menjadi jahat dan tidak jujur. Ada
banyak pula yang tetap menjadi manusia yang baik dan jujur. Namun yang
perlu diingat, kita tidak punya hak untuk menghakimi mereka yang memilih
jalan tidak baik. Nyatanya kita yang terbiasa hidup nyaman, tidak
pernah tahu bagaimana perjuangan mereka.

Seorang anak laki-laki berumur 11 tahun dari Filipina ternyata memilih
jalan yang baik dalam menghadapi kejamnya dunia. Namanya Rommel
Quemenales. Bocah ini telah mengajarkan kita tentang memilih jalan dalam
menghadapi kesulitan dan tantangan hidup.
Rommel tinggal jauh dari orangtuanya. Ibunya pergi dari rumah.
Ayahnya memilih tinggal bersama pacar baru. Ia punya kakak perempuan
yang tinggal di kota lain namun ia tidak bisa mendatangi kakaknya karena
tak punya uang. Selain itu, si kakak juga tinggal bersama pacarnya yang
pemabuk.

Maka ia mulai menjadi pengemis saat baru naik kelas 3 SD. Tapi dia
putus sekolah dan masih ingin bersekolah lagi suatu saat nanti. Kalau ia
punya uang untuk naik bus, ia akan pulang ke rumah. Walau kadang ibunya
tiba-tiba datang ke rumah dan malah mengambil uang hasil ia mengemis.
Saat ditanya apakah ia marah pada orang tuanya? Jawabannya sangat tegas "aku sudah terbiasa hidup tanpa orangtua."

Belum lagi bila ada satpol PP yang melakukan sweeping, ia selalu
tertangkap. Pernah sekali ia tertangkap dan uang receh hasil mengemis
malah diambil oleh polisi, katanya untuk uang rokok.

Ia kesepian dan merana, apalagi dengan tubuhnya yang kecil, ia sering
mendapat perlakuan kasar dari pengemis anak-anak di jalanan. Namun
takdir mempertemukannya dengan Badgi, seekor anjing liar. Kehidupan
Rommel sedikit lebih berwarna setelah memelihara Badgi.

Setiap hari, saat mulai mengemis, Rommel selalu melihat sahabat
barunya. Sebagai timbal balik, Badgi melindungi Rommel dari pengemis
lain yang suka memukulinya.
Saat malam tiba, dua sahabat ini tidur bersama. Walaupun lelah,
Rommel tetap menyanyikan lagu untuk Badgi sebagai tanda kasih sayang.
Tidak ada yang bisa ia bagi, kecuali nyanyian kasih sayangnya pada si
anjing.

Cerita Rommel menyentuh jutaan hati setelah Maria Kabs, memposting
foto kedua sahabat ini di akun Facebook pribadinya. Tak disangka
kisahnya mendapat banyak perhatian netizen di seluruh dunia.

Kisah persahabatan yang luar biasa ini membuat orang-orang membantu Rommel untuk sekolah lagi.
Kita tidak bisa memilih kehidupan yang sempurna, tapi kita punya
kekuatan untuk memilih cara supaya kita selalu merasa senang dengan
hidup yang kita punya sekarang. Kita bukanlah orang yang paling merana
di dunia ini bila kita bisa melihat ke bawah dan selalu bersyukur atas
kehidupan kita.
Sumber: Feedytv