Memang tidak mudah untuk menjadi orang baik.
Tapi walaupun susah, tetaplah berbuat baik.
Dari kecil, setiap orang tua pasti mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anaknya.
Kamu harus jadi anak yang baik yah..

Kamu harus terus menabur kebaikan.
Karena apa yang kamu tabur, itu juga yang nanti akan kamu tuai.
Akhirnya walaupun tidak mudah, kita berusaha untuk selalu berbuat baik.
Kepada rekan, sahabat, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.
Tapi nyatanya, semakin lama kita berada di dunia, semakin kita bisa melihat realita.
Sebuah kenyataan, bahwa ternyata kebaikan tidak selalu dibalas dengan kebaikan. 
Seringkali kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Orang yang sudah kamu bantu, ternyata malah menipu.
Sahabat yang sudah kamu anggap seperti saudara, justru malah selingkuh dengan yang kamu cinta.
Keluarga yang butuh uang, setelah dibantu justru malah hilang dengan tumpukan hutang.
Orang yang kamu tolong, ujung-ujungnya malah ketahuan nyolong.
Sudah dikasih kesempatan kerja, malah memfitnah dengan memutarbalikkan fakta.
Dan masih banyak lagi.
Pengalaman-pengalaman buruk lainnya.
Lalu perlahan, keyakinanmu memudar.

Katanya kebaikan akan berbalas kebaikan, kok nyatanya berbeda?
Apa yang salah?
Yang salah itu adalah ekspektasinya.
Kamu tidak bisa berbuat baik kepada seseorang dan berharap orang itu akan membalas kebaikan kamu.
Tidak.
Selama kamu berharap kepada manusia, maka kamu akan selalu kecewa.
Ketahuilah, ketika kamu menanam benih padi yang tumbuh bukan hanya padi.
Tapi akan ada juga ilalang yang kadang tumbuh bersamanya, yang mengganggu hasil panenmu.
Apakah itu salahmu?
Belum tentu. Itulah hidup.
Ketika kamu berbuat baik, bukan berarti itu menjamin kamu akan selalu bertemu orang baik saja.
Akan ada orang-orang yang mungkin menjahatimu, menzolimimu, menipumu, mengecewakanmu, ada cobaan, ada kesedihan. 
Dan itulah ujianmu. 
Ujian yang akan membuatmu lebih tangguh. 
Lalu bagaimana dengan prinsip tabur tuai?
Apakah artinya kebaikan yang kita tabur tidak akan kita tuai?
Dengarkan pesan saya baik-baik:

Kebaikan yang kamu buat untuk orang lain belum tentu dibalas dengan kebaikan dari orang tersebut.
Tapi kebaikanmu pasti akan terbalas dengan kebaikan.
Kalau bukan dari orang itu, berarti dari dia, dia, dia, dia bahkan mereka yang tidak kamu kenal.
Ingat, bukan dia yang kamu bantu, yang akan membalas. 
Tapi Tuhanmulah yang akan melihat, dan melipatgandakan apa yang sudah kamu tabur.
Bunda Theresa pernah berkata:
"Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri sendiri."
Bagaimanapun maafkanlah mereka.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati.
Bagaimanapun jadilah sukses.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu. 
Bagaimanapun jujur dan terbukalah.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam.
Bagaimanapun bangunlah.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini. 
Mungkin saja besok sudah dilupakan orang.

Bagaimanapun berbuat baiklah.
Apabila kamu berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka, bahwa ada maksud tersembunyi di balik perbuatan baikmu.
Tetapi bagaimanapun juga, tetaplah berbuat baik.
Bagaimanapun berikan yang terbaik dari dirimu.
Bagaimanapun ini bukan urusan antara kamu dengan mereka.
Karena pada akhirnya, ini adalah urusan antara kamu dan Tuhanmu.
Memang tidak mudah untuk jadi orang baik.
Tapi walaupun susah, tetaplah berbuat baik.


Sumber: youtube