Seorang pria bertemu lagi dengan mantan istrinya. Tak disangka
perceraiannya hanya 3 bulan sebelumnya. Ia bahkan sudah bertemu dengan
suami baru si mantan istri. Lebih pilunya lagi, anak laki-laki semata
wayangnya ditinggalkan bersamanya. Mantan istri sama sekali tak peduli
dan lebih sayang suami barunya yang lebih kaya.
Alasan satu-satunya perceraian mereka adalah karena pria ini miskin.
Ia habis ditipu dengan iming-iming kekayaan. Ia terlilit hutang dengan
kakaknya sendiri karena ia meminjam uang sebesar 30.000 ringgit atau
sekitar 106 juta rupiah untuk bisnis. Bisnisnya gagal, ia kena tipu dan
utang semakin menumpuk. Beli susu anaknya pun ia tak bisa.
Sehabis perceraian, ia dan sang anak tinggal di jalanan. Ia makan
seadanya. Makanan selalu ia bagi untuk hari ini dan besoknya. Sepotong
roti untuk malam dibagi dua, setengah untuk dimakan anak, setengah untuk
sarapan anaknya juga.
Suatu hari anaknya lapar. Ia pun pergi ke warung. Namun bukan untuk membeli, ia malah mencuri sebungkus susu.

Ia lari sekencang-kencangnya. Lalu tersadar kalau perbuatannya salah.
Ia tidak boleh mencuri di depan anaknya. Ia pun mengembalikan bungkusan
susu itu.
Tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun ke masjid dan mengulik uang di dalam kotak amal. Perbuatannya kepergok seorang imam.
“Saya terpaksa pak, anak saya kelaparan,” katanya.
Imam masjid pun melihat anak lelaki itu. Merasa kasihan, inilah yang bisa sang imam lakukan.
Keesokan harinya, si ayah menitipkan anaknya ke panti asuhan. Ia
tidak bisa membiarkan anaknya hidup sengsara bersamanya. Anaknya
meraung-raung, namun ia terus saja pergi sambil menangis.

Hari-hari berlalu dan ia tak sengaja ditraktir oleh seorang pengusaha
online. Sambil mengucap terima kasih, ia bertanya kenapa si pengusaha
bisa sangat sukses.
Sang pengusaha pun menjawab, “yang penting itu niat, usaha dan doa.
Niat saya berdagang untuk membantu keluarga saya, membantu orang di
sekitar saya yang kesusahan. Kalau niat abang hanya ingin menjadi kaya,
abang pasti cepat menyerah seperti sekarang. Maka dari itu mulainya
menata niat, memperdalam ilmu dan berusaha, jangan pernah lupa untuk
tawakal kepada Allah SWT.”

Pria itu pun akhirnya memulai semuanya dari nol. Niatnya ia mulai
dengan membahagiakan anaknya. Kedua ia belajar menjadi wirausaha dari
buku dan seminar. Ia tak lupa berdoa.
Suatu hari pintu rumahnya diketok. Ia kaget bukan kepalang saat
membuka pintu, mantan istrinya berdiri di sana dengan wajah babak belur.

Sumber: YouTube