Anak muda ini adalah generasi Tionghoa kedua di Filipina. Dia lahir di
pecinan Manila setelah Perang Dunia Kedua. Sejak kecil, ayahnya sudah
mengajarkan bahwa tidak boleh lupad dasar dan asal usul. Ayahnya juga
sering menceritakan sejarah tiongkok serta kisah tentang kesetiaan dan
kebaktian padanya. Anak berbakti yang menggendong ayahnya pergi berobat
bernama Cai Wan-lei.
Hari itu Wan-lei memeriksakan ayahnya ke dokter. Di sana ia diberikan
resep untuk penyakit diabetes ayahnya. Dengan pengobatan yang tidak
murah dan biaya hidup yang semakin tinggi, Wan-lei tidak mungkin
terus-terusan merepotkan ibu dan kakaknya.

Maka ia pergi mencari pekerjaan. Ia mendaftar menjadi penjaga gudang
paruh waktu. Di pagi hari ia menjadi mahasiswa dan malam hari ia akan
jadi penjaga gudang.

Namun ia tidak langsung diterima di sana. Pemilik gudang masih
mempertimbangkan untuk mempekerjakan mahasiswa. Karena menurutnya,
mahasiswa itu tidak sabaran dan menjadi penjaga gudang itu membosankan.

Wan-lei yang sangat membutuhkan pekerjaan itu pun meyakinkan bosnya
bahwa ia mampu dan tidak akan bosan. Ia akan bekerja sungguh-sungguh
demi ayah dan keluarganya. Maka ia berhasil menjadi penjaga gudang.

Sekarang ia menjadi mahasiswa tahun terakhir. Ia akan lulus sebentar
lagi. Ia rajin pergi ke kampus dan bekerja malamnya. Semangatnya setiap
hari adalah sang ayah. Melihat ayahnya tersenyum, ia langsung semangat
lagi.

Suatu hari ibunya memanggil. Ternyata ayah Wan-lei terbaring di kasur
dan tak bisa bangun. Tak berapa lama ayahnya bangun. Ia langsung
memanggil ibu dan kakaknya.

Saat semua berkumpul ayahnya langsung berkata, “Cuaca sungguh cerah.
Jarang-jarang begini, hari ini badan terasa lebih nyaman. Ayah ingin
menghirup udara segar di bawah pohon besar.”

Kakak Wan-lei awalnya agak ragu, namun Wei-li bilang kalau pohon itu adalah tempat ayahnya sering menyanyi.
Akhirnya ayah dan anak ini pergi ke bawah pohon besar. Tak lupa Wan-lei membawa erhu sang ayah.

Saat sedang asyik memainkan erhu, ayah Wan-lei menutup mata dan tidur untuk selamanya.
Awalnya mereka mengira penyakit ayah sudah lebih baik. Siapa tau, itu adalah kesembuhan sebelum ia dipanggil Yang Maha Kuasa.

Walaupun Wan-lei tidak bisa selamanya bersama sang ayah, tapi ia
sudah menjadi anak yang sangat berbakti kepada kedua orangtaunya.
Sumber: YouTube