Jiang Zhe Yuan adalah seorang anak SD kelas 3. Dia selalu tidak
memakan makan siang yang dibagikan sekolah. Setiap hari, dia akan
membungkusnya dan membawanya pulang untuk dimakannya bersama ayahnya.

Sepulangnya dari sekolah, ia akan mulai mengumpulkan botol-botol
bekas untuk dijual ke tempat daur ulang. 1 kg botol bekas yang
dikumpulkan dijualnya dengan harga 12 NTD (sekitar 4000 rupiah).
Bayangkan, 1 kg botol bekas butuh kira-kira 40-50 botol baru terkumpul.
Setelah mencari botol bekas, Jiang Zhe Yuan akan mengerjakan peernya.
Dia selalu berusaha mengerjakannya sebelum hari mulai gelap, katanya,
ia ingin berhemat listrik. Ia biasanya tidak menyalakan lampu saat malam
hari.

Ternyata alasan dibalik kesederhanaan Jiang Zhe Yuan adalah..ayahnya
yang terkena stroke. Tangan kiri dan kaki kiri ayahnya lumpuh.
Setiap hari, Jiang Zhe Yuan akan membantu ayahnya untuk terapi.
Jiang Zhe Yuan lah yang bekerja untuk menghidupi ayah dan dirinya.

Beberapa hari kemudian, karena sudah mau liburan musim panas, guru
Jiang Zhe Yuan khawatir Jiang Zhe Yuan kekurangan makanan. Ia lalu
membawakan bahan makanan untuk muridnya itu.

Tapi, tak disangka, ayah yang gengsian merasa malu dan marah. Ia
melempar semua bahan makanan itu dan meminta guru mengambil kembali
makanan itu.
"Jangan anggap saya pengemis! Saya tidak butuh makanan ini!"

Malamnya, Jiang Zhe Yuan merasa kesal karena perlakuan sang ayah terhadap guru. Mereka lalu bertengkar malam itu.

Keesokan harinya, seperti biasa, Jiang Zhe Yuan menyiapkan makanan
untuk ayah dan dirinya. Tapi sang ayah sudah menghilang entah kemana.

Jiang Zhe Yuan mencari kemana-mana tapi tidak ketemu batang hidung ayahnya.

Setelah mencari-cari, beberapa kilometer jauh dari rumahnya, Jiang
Zhe Yuan melihat ayahnya sedang memungut botol sampah plastik. Rupanya
sang ayah merasa dirinya tidak berguna dan berusaha bekerja demi
menghasilkan uang.

Sang guru yang mendapat surat dari ayah juga menemukan ayah tersebut.
Beberapa hari lalu, sang ayah sempat meminta Jiang Zhe Yuan menuliskan surat untuk sang guru. Berikut isinya:
Bu guru, ajarlah Jiang Zhe Yuan dengan baik. Jiang Zhe Yuan selalu suka bertanya , "Mengapa, dan mengapa"
Ia selalu haus akan rasa ingin tahu. Saya berharap ia bisa menjadi guru atau ilmuwan.
"Apakah anda masih ingin anakmu menjadi ilmuwan?" tanya Bu Guru.
"Bermimpi saja." kata sang ayah dengan putus asa.
"Bukan bermimpi, tapi bertindak." kata Bu Guru.

Bu Guru lalu bersama-sama dengan Jiang Zhe Yuan, melakukan suatu
proyek besar. Mereka ingin membuat sepeda yang bisa membangkitkan
listrik, agar Jiang Zhe Yuan bisa belajar di malam hari!

Bu Guru ingin membuktikan kepada ayah Jiang Zhe Yuan bahwa, usaha keras itu pasti ada hasilnya. Tidak ada yang tidak mungkin.
Setiap hari, Jiang Zhe Yuan melatih ayahnya untuk menggerakkan
kakinya seperti mengayuh. Nanti setelah alat itu selesai, ayahnyalah
yang akan mengayuh sepeda tersebut.

Mereka lalu mencari bahan-bahannya dari tempat barang bekas. Ada sepeda bekas, dinamo bekas, dll..


Akhirnya, hari itu tiba juga. Mereka menaikkan sang ayah ke atas
sepeda, lalu menyemangati sang ayah untuk mengayuh sepeda agar bisa
membangkitkan listrik.

Setelah berkali-kali mencoba,

akhirnya lampu di rumah Jiang Zhe Yuan menyala juga!

Sang ayah merasa sangat gembira, karena akhirnya dia berhasil
melakukan suatu hal yang berguna. Asalkan ada niat dan usaha, tidak ada
yang tidak bisa dikerjakan!


Sumber: Youtube